Formula Pembodohan
“Selamat pagi pak!” sapa wanita di kejauhan itu melalui ponsel saya.
“Ya pagi,” jawab saya.
“Bisa dengan ibu Yani pak?,” tanya wanita itu. Rupanya ia menanyakan istri saya. Darimana dia tahu ini nomer telpon saya ya?
“Dia di rumah bu. Ini suaminya, ada apa?” jawab saya, agak sinis. Cukup penasaran sih.
“Begini pak, saya dari Susu S-26 Gold. Istri Bapak baru melahirkan di rumah sakit kan pak dan anak Bapak minum susu formula S-26. Siapa nama anaknya pak?”
Apa pula ini, ada perlu apa dia bertanya nama anak saya. Tapi karena saya pikir cukup aman, saya jawab, “Ya benar… emmm. Namanya Sofi, ada apa bu?”
“Usianya sekarang 1 bulan lebih ya pak. Apa sekarang masih minum S-26 atau ASI penuh?”
“ASI penuh! Kenapa bu?” jawab saya.
“Begini, kami mengadakan seminar pak, barangkali bisa datang di Hotel XXX. Tapi tampaknya dik Sofi belum bisa diajak keluar ya pak. Itu saja pak, terima kasih”
“Ya..”
Klik, telepon telah ditutup. Dia belum menjelaskan tema seminar itu. Kenapa pula dia nelpon saya. Saya pun lupa menanyakan darimana ia dapat informasi nomer telepon saya.
Tapi saya tahu, wanita itu dapat nomer ponsel saya tentu dari Rumah Sakit Bersalin tempat anak saya dilahirkan. Rumah sakit tersebut tidak meminta saya apa boleh membagikan nomer saya ke pihak lain!
Hati-hati buat para orang tua yang akan melahirkan anaknya.
Ketika anak saya baru lahir, kebetulan air susu ibunya belum bisa memencar keluar, maka kata suster dan pengasuh anak di rumah sakit, anak saya diberikan ASI. Padahal, kata teman saya yang seorang bidan, anak bayi baru lahir bisa bertahan hidup selama 3-5 hari tanpa ASI. Mungkin bisa diberi air hangat sesendok bila ia haus.
Saya tahu, saya ingin anak saya mendapatkan ASI-nya dari sang mama secara penuh. Tanpa susu formula sedikit pun. Saya tahu, ASI adalah makanan paling bagus dan sehat buat anak saya.
Saya pernah mendengar fenomena gempuran produsen susu formula ke rumah sakit, tapi saya tidak pernah membayangkan hingga sejauh ini.
Karena ASI belum keluar, maka anak Anda diberi susu formula. Sederhana? Mungkin tidak, saya tidak tahu ternyata alasan keterpaksaan itu direkayasa.
Anak saya diberi susu formula merk S-26 tersebut, karena katanya itu yang cocok. Saya tahu, kadang-kadang anak tidak cocok dengan merk susu formula tertentu, bahkan muntah dan mencret. Tiga hari setelah persalinan, karena ASI ibunya belum lancar, kami masih beli susu formula dengan merk sama. Baru di hari kelima, ketika ASI sudah keluar lancar, susu formula dihentikan. Syukur anak saya tidak rewel, atau tidak menolak ASI ibunya. Hingga sekarang.
Bagaimana kalau anak saya menolak?
Saya membayangkan, bagaimana dengan nasib ibu-bapak lain yang anaknya lahir di rumah sakit itu. Mereka mungkin bisa menerima keterpaksaan bahwa anaknya hanya mau susu formula, bahkan mungkin karena ASI ibunya tak lancar, tapi siapa ingin merk susu formula yang mahal itu. Satu kaleng Rp60.000,-. Mungkin ada yang ingin merk-merk lain yang murah.
Siapa bisa membayangkan orangtua dengan gaji 600.000/bulan, menerima kenyataan harus menghabiskan gaji bulanannya hanya untuk susu sang anak!
Begitu nistakah bisnis susu-formula dan kenyataan bahwa rumah sakit bersalin menjual data pasien untuk kepentingan pemasaran, marketing, dan riset perusahaan mereka? Sementara nasib pasien, masa depan anak dikorbankan?
Praktek produsen susu formula seperti ini memang membahayakan! Dengan praktek nista dan tidak beretika seperti ini, selain edukasi yang tidak tepat akan manfaat susu formula, mereka juga memanipulasi rumah sakit untuk membodohi rakyat Indonesia! Rumah sakit seharusnya tidak mengijinkan praktek semacam ini.
Saya tidak membayangkan, berapa rumah sakit mempraktekkan hal tanpa etika seperti ini. Selain membagi nomer pasian tanpa ijin, juga memberikan susu formula pesanan sponsor seperti ini. Dua hal ini, bila di negara maju tentu bisa dituntut secara hukum dan produsennya dapat didenda besar.
Mari kita umumkan penolakan terhadap susu formula! Susu yang membodohi rakyat Indonesia!
NB: Barangkali ada yang punya pengalaman, silakan dishare. Saya bersedia menuliskan hal ini lebih panjang untuk dijadikan artikel, bila layak. Saya kira, kita harus menghentikan sindikat pembodohan masyarakat Indonesia melalui susu formula.
Update
Informasi situs lain terkait dengan Susu Formula bagi bayi:
- ASI tak Tergantikan Susu Formula, Kompas, 12 Agustus 2000
- Dan juga postingan Lita ini, thanks ya, ASI vs Susu Formula yang tidak Etis
- Promosi Susu Formula di RS Makin Gencar, situs Gizi.net
- “Ngeek…Jel”, Menghadang Susu Formula, Kompas, Senin, 10 September 2001
- Hak Bayi “Dirampok” Pengusaha Susu Formula, Gizi.net
- Pemberian Susu Formula Berisiko Tinggi bagi Kesehatan Bayi, Media Indonesia Online, dikutip oleh Menteri Kesehatan cache Yahoo)
- Daftar Susu Aman, menurut Situs Balita Anda
- Serba-serbi Susu Formula, situs Dunia Ibu

achedy, 20/07/06 03:48 PM:
Saya juga jadi korban seperti itu dari klinik bersalin di Surabaya. Semula saya tidak tahu, dia dapat informasi darimana, setelah saya fikir mungkin dia dapat informasi dari klinik – Lain kali akan saya palsu aja -. Dia menelpon kami sejak anak kami bayi sampai umur 7 bulan. Ada saja yang ditawarkan, mulai susu formula sampai makanan bayi.
Bahkan ada yg lucu, waktu dikatakan anak saya pakai ASI, dia malah menawarkan susu untuk ibu menyusui. Sepertinya kita itu sudah nggak bisa keluar dari jebakan sales susu formula :(
Agus Susanto, 20/07/06 04:07 PM:
Oton,
Biasanya memang pihak RS bekerjasama dengan merk2 susu tertentu. Makanya, setiap bayi yg lahir minum susu formula berbeda-beda, karena ya beda sponsor itu….
Pambayun juga salah satu korbannya…
Begitu lahir, Pambayun langsung dikasih “S*****”… alasannya, ibunya masih lemah, belum keluar ASI….
Untung, Pambayun cepat adaptable dengan apapun..sehingga masih bisa variasi dengan ASI.
Sebulan, dia konsumsi 4 kaleng netto 800grm
Per kaleng = 125 rb.
Artinya, selama sebulan gajiku yang kecil itu kepotong 600 rb. Itu selama 11 bulan…
Suatu hari, Pambayun mencret…
Sampek kurus…
Tak-bawa ke bidan, ndak sembuh…
Akhirnya tak-bawa ke RS Permata Cibubur…
Kebetulan dokter anaknya itu dulu yg juga pernah “megang” Mbayun sejak di Pancoran….
Jadi medical-history-nya dia tahu…
Hebat!!!
Sang dokter menyarankan agar mulai saat itu juga Pambayun berhenti mengkonsumsi susu formula..
Kata dokter, susu formula mengandung bahan pengawet, itu yg menyebabkan ada expired-date-nya….
Satu kaleng mungkin prosentasi bahan pengawetnya kecil, tapi kalo sudah konsumsi berkaleng-kaleng?????
Ini yg kata dokter itu menyebabkan imun si bayi menjadi lemah….
Saya katakan hebat, karena biasanya tidak ada dokter yang berani memberikan solusi yg berbeda dengan pihak RS dimana dia bekerja….
Sekali lagi, hebat!!!
Pada saat pihak RS menggembar-gemborkan merk2 tertentu dari susu formula, si dokter malah nganjurin susu segar (sapi perah) yg kuat tidak basi maximal 3 hari…
Sang dokter kemudian ngasih nomer telepon tukang susu segar (sapi perah) yg jadi langganannya…
Sejak di Pancoran, si dokter memang sangat pro-ASI…
Begitulah akhir riwayat susu formula buat Pambayun….
Good bye susu formula…..
Merdeka..!!!
Fernando, 20/07/06 07:25 PM:
Hallo Mas Arif, salam kenal..
Saya blm punya anak, berencana punya anak dan saya awam soal susu menyusui. Kalo si ibu memang tdk bisa mengeluarkan ASI dan si bayi tdk suka susu sapi, apa ada alternatif lain selain susu formula? Apakah susu formula totally “tidak berguna” utk perkembangan bayi?
Luthfi, 21/07/06 12:00 AM:
baru tau sampe segitunya, biasanya cuman pas di rumah bersalin aja, itupun lwt orang dalam (suster ato apanya) ....
salam kenal mas.
Arif Widianto, 21/07/06 11:24 AM:
Halo mas Fernando, salam kenal juga.
Kalau si ibu tidak keluar ASI-nya, memang tidak bisa dihindari lagi untuk menggunakan susu formula (entah kalau ada solusi lain?). Saya bukan ahli nutrisi gizi, atau ahli kesehatan anak. Saya cuman salah satu orang tua, dan hak orang tua untuk menanyakan kepada dokter, kepada perawat, dan kepada pengasuh bayi di rumah sakit apa yang akan diberikan kepada kita. Bila perlu kita agak galak untuk urusan ini. Kalau pun hingga hari ke-2, ke-3 ASI belum keluar, jangan putus asa, coba terus tempelin mulut anak ke payudara ibunya, sambil berdoa.
Susu formula berguna, tapi bukan solusi pengganti bagi ASI, seperti yang selama ini dikampanyekan produsen susu itu, bahkan dengan cara memanipulasi rumah sakit untuk menyuplai ASI pada pasiennya.
Imponk, 22/07/06 01:19 AM:
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan susu formula. Namun, penawaran yang menyesatkanlah yang seharusnya disayangkan. Termasuk cara-cara penjualan yang kurang sopan seperti itu.
Bagaimana pun hebatnya susu formula, ia tidak akan bisa menandingi kandungan ASI yang alami. ASI memang yang terbaik. Dari segi kesehatan ibu, memberi ASI bisa mendekatkan secara psikologis terhadap bayi. Ada juga manfaat lain sebagai kontrasepsi alami yang menjaga jarak dengan kelahiran berikutnya. Terlebih, sekarang susu formula mahal banget! Jadi pilihan ASI memang tetap yang terbaik!
Posting ini sangat informatif banget! Di sana ada semacam persekongkolan antara pihak penjual dengan rumah bersalin. Jadi buat para ‘bapak-ibu baru’ bisa belajar untuk menolak bujukan para penjual susu formula. Atau infomasi menyesatkan.
Tapi kalo mengatakan minum susu formula=bodoh, rasanya juga tidak bijak :) Bagaimana pun, ia juga berguna. Bisa sebagai tembahan atau selingan. Apalagi kalau sang ibu tidak siap dengan ASI.
aribowo, 22/07/06 02:22 PM:
duh kemarin gue dah kasih komen neeh, tapi baru sadar kalo tombol di bawah ini bukan buat post tapi preview dong.
pengalaman gue soal asi, di 2 bulan pertama anak gue gak suka asi, dia lebih suka susu botol/formula, namun memasuki usia pertengahan 3 bulan dia beralih ke asi, sebab nya seeh gak tau, tiba2 aja dia gak suka lagi sama susu formula, mungkin karena pernah di kasih susu botol (boleh sebut merk gak?) SGM rasa nya amis.
Lita, 22/07/06 08:52 PM:
Susu formula memang awalnya dibuat untuk membantu para ibu yang memiliki kelainan, sehingga tidak mampu menyusui secara eksklusif.
Susu formula adalah THE NEXT BEST THING. Camkan itu: NEXT. Bukan sesuatu yang etis untuk ‘dipaksakan’ dikonsumsi oleh ibu yang mampu untuk menyusui. Apalagi meminta ibu menyusui untuk JUGA memberikan susu formula sebagai ‘tambahan’ apabila ASI kurang (ini juga pembodohan!).
Pak Arif bener banget, ASI belum keluar di 1-2 hari pertama itu bukan ‘bencana’, tanda si ibu mengalami kelainan. Hal ini wajar.
Sayangnya, entah sengaja atau tidak. pihak RS yang ‘tidak benar’ banyak yang ‘enggan’ membantu ibu-ibu yang mengalami kesulitan untuk menyusui secara langsung. Alih-alih membantu bagaimana menyusui atau memerah ASI dengan baik, malah menyodorkan formula sebagai pengganti. (hiks, pengalaman melahirkan anak pertama)
Oh ya, aku pernah posting artikel dari Kompas, ada di http://lita.inirumahku.com/parenting-nursery/lita/asi-vs-susu-formula-yang-tidak-etis/
Hmmm, jadi punya ide untuk posting yang baru :)
Arif Widianto, 24/07/06 11:35 AM:
Terima kasih atas semua komentarnya.
Susu Formula, bukan membikin bodoh. Tapi tindakan pemasaran susu formula itu, yang saya katakan membodohi rakyat Indonesia. Ini seperti gerakan pembodohan masal.
Masyarakat dikenalkan dengan susu ini. Dibombardir dengan ide susu ini mencerdaskan anak. Lebih sehat. Dan mereka tak segan memanipulasi rumah sakit untuk memaksa anak baru lahir agar terjangkit wabah susu ini. Ada anak yang ketagihan dan menolak ASI ibunya. Ada pula anak yang tidak repot minum ASI.
Tapi kita tahu, berapa ratus ribu anak yang terpaksa meminum berkaleng-kaleng susu formula, padahal itu tidak perlu. Berapa ratus ribu ibu yang kesusahan untuk membeli 4 kaleng susu formula anaknya per bulan, sementara untuk membeli beras dan pakaian saja ia harus mengaduh gaduh?
ech, 25/07/06 11:02 AM:
Pengalaman pribadi saya, waktu anak pertama istri saya tidak bisa menyusui hingga dua hari setelah melahirkan (mungkin masih kagok dan takut memegang bayi). namun karena selama 2 hari itu anak saya minum susu formula pakai botol, akhirnya anak saya malah menolak disusui. Ternyata dia udah nyaman dengan botolnya. (akhirnya ASI istri saya di berikan lewat botol).
Pelajaran yang saya ambil: jika sang ibu belum bisa langsung menyusui, anak jangan dikasih susu pakai botol! Di sendoki saja pelan-pelan (kalau dirumah sakit mungkin agak susah, istri saya dulu melahirkan di bidan saja)
Well… sekedar sharing pengalaman aja. Saya pribadi memberikan susu formula sebagai pendamping ASI untuk anak saya. Saya pakai S-26. menurut saya ini produk bagus, cuma emang mahal… ;)
Kombor, 25/07/06 07:05 PM:
Wah, selain penipuan ala Maxpain, eh… Maxgain, ada pula pembodohan versi susu formula.
Rumah sakit yang memberikan data kita ke produsen susu formula secara tidak etis (tanpa konfirmasi kesediaan kita) bisa kita tuntut di pengadilan atau tidak ya? Praktek seperti ini sangat meresahkan. Ada atau tidak manusia-manusia pilihan di DPR yang sempat mikirin untuk membuat regulasi mengenai penyebarluasan data secara tidak etis seperti ini apa tidak ya?
paman tyo, 01/08/06 12:27 PM:
ada titik ketika industri farmasi, seperti juga industri rumah sakit, hanya menjadi mesin uang. mereka sama sekali pelembagaan baru dari tabib yang kadang masih memungut biaya sekadarnya. :)
annie, 08/09/06 04:47 PM:
Koq malah jualan susu? Makin sering dibodohi aja bangsa indonesia masa kini.
Di belanda, rs malah jualan alat pompa asi, menyewakannya juga, dan memberikan sesi dengan ahli laktasi untuk ibu2 muda.
Ibu2 yang baru melahirkan dan masih kagok atau tidak bisa memberikan asi langsung ke bayinya diajarin cara mijit/mompa asi – selama tinggal di rumahsakit, tiap bangsal ada alat pompa asi, dan rutin tiap 3 jam suster memberikan botol steril untuk menyimpan asi kepada pasien. Suster2 menyimpan asi-nya di lemari es, kemudian sang ibu bisa mencoba menetekan bayi secara normal, dan kalo tidak berhasil menggunakan pipet atau botol dgn air susunya sendiri, semuanya dibimbing dengan pelan2. Dan berdasarkan pengalaman saya, suster2 di rs galak dan disiplin untuk urusan asi :)
ika nursila, 02/10/06 09:32 AM:
sekedar sharing juga, pas umur kehamilan 6 bulan ada SPG yg nawarin susu p******* buat ibu hamil, terus dikasih sample. aku bilang ajah ke SPGnya aku gak suka susu itu, kembung.. aku pake susu . tapi tetep ajah ngotot minta alamat,dll. karena kasihan ya udah aku kasih. nah tiap bulan ditelpon, ditanyain gimana? aku bilang aku gak suka, amis..hehehe..tapi si mbak-nya kekeuh bgt tuh. sampe aku seminggu sehabis melahirkan, dia telpon lagi. nanya’ dede’nya dikasih susu apa? aku bilang ASI n Enf*.. karena sewaktu habis melahirkan..aku gak bisa kasih ASI full karena susah bergerak.huaaa..(habisnya pas melahirkan pake acara akrobat segala…)..akhirnya suami ngasih susu formula (huiks..huik..sedih hati ini tp bagaimana lg)... terus ketika udah bisa gerak walopun masih nahan sakit, demi si aysar biar bisa ASI terus..akhirnya ngasih ASI.. itu susu formula langsung tak terpakai, heeheehheh
tapi si mbak SPG itu sering bgt telpon, nyaranin minum susu ibu menyusui P******* n susu tambahan untuk aysar yaitu Mori**** BMT, sampe2 si SPG-nya dateng ke rumah, huaaa…..n ngasih discount 50%... hem.hem.hem… terpaksa diambil. akhirnya buat ngindarin si SPG itu HPku kutinggal di rumah so kalopun dia telepon gak bakalan ngobrol ma aku, huahahha….biarin ajah deh..udah males….
dalam hati sih pengen berontak…soalnya si aysar udah cukup tuh ASI perahnya..cuman ya… suami n ibuku bilang buat jaga2… emang sih aysar sebulan cuma 1 kaleng itu ajah gak habis… tapi kan…. jadi agak susah juga… 1 lawan 2. coba suami bisa kompak ya….
belum2 soal keinginanku yg kuat buat ngasih ASI esklusif 6 bulan….eh si suami n ibuku malah bilang entar aysar umur 3 bulan dikasih pisang ya… wakkkssss… ih gak ih… gak mau….. aku tetep jelasin balbaablalbabl… cuma ya 1 lawan2.. tapi tetep ajah aku ngotot sampe nangis…du beratnyaaa….
akhirnya aku cari2 artikel soal ASI ekslusif n MPASI n kukirim ke suamiku, akhirnya suami bis sedikit terima….ya alhamdulillah…
tp perjuangan masih panjang, karena aysar harus kutinggal kerja, n entar kalo aku kerja tiba2 dikasih pisang or bubur sama ibuku di rumah gimana?? hiiks..hiks.
pengen banget ngucapin selamat tinggal buat susu formula…...jadi harus semangat mompa ASI sampe titik ASI yg terakhir… hehehe…
*maaf ya mas ARIF menuh2in..hehhe
Lif, 02/10/06 10:46 AM:
Wah, banyak ternyata yang senasib dgn saya. ASi tidak keluar selama 2-3 hari di rumkit, langsung dikasih formula. Benar, tidak ada yang salah dengan susu formula, tapi caranya berpromosi dan berdagang itu yang keterlaluan. Duh, bersyukur banget rumkit tempat saya melahirkan bisa dipercaya, sehingga saya tidak ditelpon2 oleh Nutricia, kebetulan di rumkit itu, memakai produk nutricia. Kaget banget saya baca postingan Bapak, waduh, segitu parahnya ya. Lha ya, kasihan yang ayahnya gaji cuma 1 juta, kalo pakai susu formula, bisa habis gaji cuma buat susu.
noegroho, 06/11/06 11:27 PM:
ya, jika merasa dirugikan oleh aktifitas pemasaran produsen susu formula apa tidak terpikirkan cara class action karena cara pemasaran seperti itu sudah menyalahi Permenkes mengenai aturan pemasaran susu formula.
Mengenai tenaga kesehatan yang membantu para pemasar tersebut mungkin sekadar ‘gak enak ati’ karena institusinya atau dirinya sudah dilayani oleh produsen tersebut. Hal itu menjadi PR bagi penentu kebijakan kesehatan negeri. Apa iya perlu ditindak? atau promosi kesehatan mengenai asi ekslusifnya masih harus terus ditingkatkan sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih. Kalau tidak salah di Jakarta ada organisasi nirlaba yang peduli dengan kegiatan asi eksklusif yg dimotori ibu Ira Puspadewi (biasa nongol di majalah Ummi). Bisa tuh gabung sbg rekan penggiat promosi asi eksklusif.
ira puspadewi, 03/01/07 02:45 PM:
Halo Bapak-Bapak Muda Yang Membanggakan,
Salam kenal: Saya Ira, biasa menullis kolom ASI di Ummi. Sehari-hari saya bekerja di sebuah perusahaan asing berbasis di San Francisco (tentunya bukan perusahaan susu), dan ASI adalah kegiatan sosial utama saya sejak tahun 1992.
Betul sekali, perusahaan susu itu benar-benar mafia, dan seriously, peran Bapak sangat-sangat besar untuk melawan ini. Para rumah sakit, bahkan tenaga kesehatan pun—with all due respect—sudah banyak yang terbeli oleh mereka. Karena ibu cenderung sedang lemah secara fisik di RS—peran Bapak untuk berjuang, sungguh diperlukan.
Nah jika ada yang mau didiskusikan dengan saya—I will be more than happy to discuss further.
Saya dengan senang hati ikutan di forum
eko fadhillah, 04/01/07 12:19 PM:
hi semua. artikel ini sangat bagus. namun jika boleh sekedar saran, isinya sedikit bias dan berat sebelah. jika boleh urun pendapat alhamdulillah saya sendiri baru dikaruniani bayi laki-laki berusia 3 bulan. saya bekerja di lembaga non-profit dan tidak berafiliasi dengan perusahaan susu manapun. jika dilihat memang kegiatan pemasaran yang dilakukan cukup keterlaluan, namun harus dimengerti bahwa bisnis susu formula adalah bisnis triliunan rupiah yang menghidupi jutaan pekerja. secara alami perusahaan-perusahaan ini berusaha menjual produknya untuk survive—dengan cara apapun. saya lebih setuju jika lebih diperkuat aturan pemasaran yang lebih etis dan sangsi khusus untuk pencurian identitas (no telp, alamat, dll) pada siapapun termasuk rumah sakit. dan memperkuat hak pilih pada masyarakat adalah cara yang paling tepat (seperti pada industri rokok). secara pribadi saya tidak menentang produk susu formula. buat saya susu formula pada dasarnya inovasi teknologi seperti kalkulator digital dan hp yang bapak/ibu pakai setiap hari, keripik kentang, mono sodium glutamat, pembangkit listrik tenaga nuklir dan air mineral dalam botol. dan seperti semua produk teknologi kebijaksaan adalah kunci untuk mendapatkan keuntungan terbesar dan menghindari bencana. menciptakan phobia yang tidak perlu terhadap susu formula bukanlah cara yang terbaik. mungkin ini cuma mimpi, tapi saya percaya suatu saat dimasa depan susu formula dapat menggantikan asi dengan sempurna, jantung elektronik dapat menyelamatkan orang2 dengan jantung koroner, produksi massal ginjal elektronik akan menghapuskan biaya cuci darah dan vaksin yang dapat meng-imune-kan umat manusia dari segala jenis penyakit.
rossie, 21/02/07 09:20 AM:
saya cuma mo share pengalaman saya. karena suatu hal saya tidak bisa memberikan asi pd bayi saya (sampai saya hampir stress). ga kurang2nya saya baca banyak artikel tntng asi, tp mo gmn lg.jd dg terpaksa saya berikan susu formula, dan sampai anak saya sekarang umur 8 bulan Alhamdulillah sehat2 saja
tntng telp dr produsen susu, sy jg pernah mengalaminya. walaupun ada misi promosi dr mereka, tp sy ckp bnyk mendapat manfaat dr mereka terutama masalah nutrisi. kita bs share dan tanya bnyk hal tntng nutrisi bayi pd mereka walau tdk melulu tntng susu formula semisal tentang makanan pendamping asi. makanya sejak itu klo ada spg susu yg minta no hp saya, dg senang hati saya berikan:-) jd sampai skrng sdh ada 3 produsen susu yg rutin telp ke saya untk share tntng nutrisi anak.
thx
breastfeeding mom, 05/04/07 09:21 PM:
Saya terharu mengetahui bahwa di Republik ini ternyata banyak orang yang sudah menyadari betapa perfectnya ASI. Sebenarnya kalau semua wanita hamil sudah menyiapkan kondisi badannya sejak kehamilannya memasuki usia 4 bulan, dimana Allah sudah meniupkan ruh kehidupan pada janinnya tidak mungkin ASI tidak keluar, bahkan selanjutnya setelah mahluk kecil yang Allah titipkan pada kedua orang tuanya di dunia lahir, Allah tidak akan membiarkan ummatnya tidak bisa menyusui anaknya, dengan alasan yang beribu wanita sering mengatakan ASI-nya tidak keluar..tapi mungkin sebenarnya masalahnya adalah skeptis bahwa menyusui bikin gemuk dan segala alasan-alasan yang menurut saya dibuat-buat. Bila wanita yang baru melahirkan atau baru beberapa saat setelah melahirkan tidak berkawan dengan ilmu mengenai bagaimana meningkatkan, mempertahankan ASI dan manjaga kualitasnya tentu saja ASInya semakin irit, bila seorang ibu memperjuangkan secara keras diiringi doa dan usaha, tanpa henti mencoba menyusui anaknya..TIDAK MUNGKIN ASI tidak keluar. Dalam menyusui harus diingat bahwa sekali saja Anda kurangi frekuensi menyusui/memompa ASI, sebanyak itu pula ASI yang tidak keluar. Saya bukan sombong, saya menyusui anak saya secara EKSLUSIF 6 bulan, setelah cuti 3 bulan dan kembali bekerja, tiap 2 jam saya perah ASI saya demi si kecil di rumah, membayangkan wajahnya, membayangkan tangisnya bila lapar membantu saya melancarkan keluarnya ASI, meski pernah ketika saya sedang sibuk-sibuknya bekerja ASI saya agak drop, saya terus berjuang agar anakku tak sampai kurang makan, dan alhamdulilah sampai sekarang (hampir 9 bulan) dia masih tetap minum ASI diluar makan padat pendamping ASI. Terbukti dia luar biasa cerdasnya, luar biasa sehatnya dan luar biasa kuatnya.Makanan ibu juga harus dijaga..sayur-sayuran adalah TOP-nya pelancar ASI, kalau makannya cuma daging berlemak dan yang enak-enak menurut ibunya ya tentu saja ASI-nya irit, sekali lagi bukan sombong, karena ternyata terbukti justru menyusuilah yang membuat badan saya kembali seperti gadis..tanpa perut pula…At the other side, sebagai seorang ekspatriat, saya tahu betul bagaimana para produsen susu formula itu meracuni otak ibu-ibu…believe me..in the US, banyak sekali TERJADI KASUS PENCEMARAN KALENG SUSU FORMULA, penemuan janggal tentang industri ini yang membuat bangsa barat pun kembali mempropagandakan program ASI ekslusif bahkan UNICEF melalui agen2 konsultan laktasinya juga membantu ibu-ibu untuk dapat lancar menyusui…di Indonesia pun sudah ada, carilah mereka instead of relying on formulas. Coba luangkan waktu dong untuk research supaya ibu-ibu tahu bahwa banyak cara membuat susu ibu lancar, dan YAKINlah bukan hanya si kecil yang menerima manfaatnya ibu-ibu juga..badan tetap oke apalagi kalau rajin olahraga dan makan sayur dan buah, saya sama sekali tidak mengada-ngada seperti para sales susu itu, coba saja kalau ada sales susu berani menawari saya formula, saya siap dengan segala alasan medis dan ilmiah yang pasti tak mampu mereka lawan karena mereka itu cuma menghafal brosur sedangkan saya pakai otak, yang sekali lagi ciptaan Allah bukan ciptaan mesin printer.Jadi kalau ada ibu yang merasa cukup assure dengan konsultasi yang diberikan oleh produsen susu, maaf dengan segala hormat saya katakan Anda pasti telah termakan bujuk rayu gombal tapi anda tidak menyadarinya. Tak mungkin suatu produk buatan manusia mengungguli ASI yang buatan Allah itu, sama saja seperti mencoba membandingkan manusia dengan robot. Jadi bila bapak-bapak punya istri yang hamil atau mau melahirkan encourage them to breastfed and try to maximize her ASI production, dan buat ibu-ibu yang mangatakan terlalu “dini” ASInya tidak keluar…maaf dengan segala hormat saya yakin bahwa usaha Anda terlalu dini untuk dihentikan and that it is just a REDICOLOUS ALIBI…you should have struggle to gain more..you should have done more efforts to make your breast milk flowed..sayang sekali you give up that easily!THERE IS NOTHING CLOSER THAN PERFECT FOR YOU AND YOUR BABIES, EXCEPT FOR BREASTMILK.
agus, 15/05/07 05:10 PM:
mau tanya merek susu bayi soya selain NUTRILON.
untuk bayi dibawah 1 tahun
yang harganya lebih murah!
terima kasih atas jawabannya..
eko fadhillah, 07/06/07 05:37 PM:
to breastfeedingmom. maaf sebelumnya namun saya harus menilai anda terlalu self-assured and self-correct. banyak kondisi medis dan psikologis yang menyebabkan seorang ibu tidak bisa memberikan asi. medical problem yang terkait pada ibu contoh:(medical problem pada kelenjar produksi susu) ataupun medical problem pada bayi (contohnya: Tachypnea, Poor sucking reflex dll). Bersyukurlah ibu dimana semua faktor pendukung ibu untuk menyusui bayi dengan baik dapat dimiliki ibu dan anak ibu, namun tidak semua ibu memiliki kondisi yang sama dan disinilah perlunya kebijakan untuk tidak menjadi “prejudice” contoh: REDICOLOUS ALIBI. formula milk itu adalah invention. and not all invention is bad (contohnya: kalau jepang tidak di bom nuklir indonesia belum tentu merdeka. bom nuklir adalah salah satu invention). dan ada 1 fakta menyesatkan yang ibu katakan disini. wanita yang mengkonsumsi banyak sayuran dibanding produk hewan memiliki kandungan DHA lebih rendah dalam air susunya. dengan kata lain produksi susu yang berlimpah (yang belum tentu dimininum semua oleh bayinya) menjadi kurang bermanfaat dengan rendahnya DHA yang kritis untuk perkembangan otak anak. sorry to say tapi ada baiknya kita bersikap bijaksana dalam menilai segala sesuatunya. Ibu mungkin benar namun tidak menjadikan yang orang lain salah (termasuk dalam hal susu formula).
Aya, 18/06/07 09:50 PM:
Setuju banget… keponakanku.. karena dikasih susu formula waktu di RS ga minta persetujuan ortunya dulu… ternyata ga cocok dan alergi… padahal mamanya ASInya banyak… kenapa ya kok RS bisa maksa kaya gtu harus pakai produk yang di sediakan RS? Aku lagi bikin skripsi tentang penggaruh informasi dokter ke pasien dalam menyarankan susu formula bayi usia 0-6 bulan.. karena aku tertarik masalah ini makanya ketemu websitenya mas arif… ada saran ga mas dimana aku bisa cari artikel etika penjualan susu dan berapa sie penjualan dan market share mereka per tahun ? thanks before…
pandu, 26/02/08 09:16 PM:
wah saya sama nih pengalamannya dengan mas arif…
waktu lahir di RSIA “X” anak saya langsung dikasi formula, katanya asi ibu ga banyak (setahu saya itu kondisi normal yang dialami ibu2 pada awal menyusui sang bayi)..
alhasil tertanam sugesti di dalam hati istri saya bahwa asi nya sedikit dan si anak lebih cucok pake formula..
akibatnya sampe sekarang anak saya dikasi formula eksklusif….bagian yang paling berat adalah menghilangkan sugesti yang sudah tertanam di dalam istri…dan terbukti saya gagal….duuuuh
jelas sekali akar permasalahannya dimulai dari pemberian formula dan pencitraan bahwa asi sang ibu sedikit…
dhona, 27/02/08 12:02 AM:
Mau ikutan nih . . . saya ibu dari anak berumur 17 bulan. Waktu saya melahirkan saya ketemu anak saya 3 kali sehari untuk ngasih ASI. Tapi pas saya mau kasih ASI kayanya anak saya dah kenyang jadi setiap dikasih ke saya anak saya tidur. Saya juga bingung anak saya nggak minum asi waktu ketemu saya, otomatis asi nya ga ke rangsang untuk keluar. Berikut anak saya juga harus dirawat dulu karena “kuning” jadi untuk waktu 5 hari saya ngga bisa ketemu anak saya karena disinar itu. Saya coba peras asi tapi keluarnya sedikit banget. Sapertinya memang harus dirangsang sama anaknya. Setelah anak saya pulang, saya asi tapi dia sudah ngga mau sedot lagi. Karena dia sudah bingung puting. Saya stress, jadi makin ngga produksi lah asi nya. So, beralih lah budget bulanan ke susu formula itu.
Informasi untuk calon-calon ibu, hindari stress karena itu akan mengakibatkan terhambatnya produksi ASI.
Sugiarti, 23/05/08 05:56 AM:
Anak pertama saya tidak dikasih asi karena asi tidak lancar jadi terpaksa di kasih susu formula,tapi setiap 1 bulan pasti sakit batuk & pilek,apa susunya tidak cocok,? apa merk susu yang bagus untuk anak saya umurnya satu tahun.
Yani, 23/05/08 03:04 PM:
Mbak Dhona, saya dulu 1 minggu pertama juga nggak bisa nyusuin anak saya (sekarang 2th kurang 1/2 bulan) krn ASI saya belum keluar sama sekali. Tapi setiap anak saya dibawa kesaya pasti saya usahakan dia mengenali puting ibunya. sampai pulang kerumah belum juga keluar, akhirnya saya kasih susu bawaan dr RSB tapi saya tidak menyerah. saya berusaha mengeluarkan ASI saya dengan cara memompa (walau sakit) dan memberikan pada anak saya waktu dia lapar agar berusaha menghisap dan tentunya juga berdoa. saya sampai menangis pada Allah mengapa sesuatu yg berhak anak saya dapatkan tidak bisa saya berikan. Akhirnya alhamdulillah sedikit demi sedikit ASI saya keluar dan makin sering dihisap makin banyak dan lancar. Dan saya pun dapat menyusui anak saya sampai usia 2 th kurang 1 bulan.
Saya sangat percaya bahwa niat sungguh-sungguh dan faktor psikologis ibu adalah hal utama agar ASI lancar.
Dan satu hal lagi, tidak ada istilah ASInya kurang, sudah nenen tp ttp nangis. bayi menangis tdk hanya krn lapar, bisa jd minta di ayun, gerah, pipis atau hal2 lain yg membuat dia tdk nyaman.
Bayi tidak akan kekurangan ASI selama dia setiap hari pipis 4-6 kali sehari dan berat badannya selalu meningkat. So drpd buat beli susu formula mending buat beliin mamanya makanan yang enak2 dan bergisi tentunya :D selamat menyusui!
CIM Embossers, 17/06/08 02:57 AM:
anak pam kerumah belum juga keluar, akhirnya saya kasih
Tari, 24/10/08 02:59 PM:
Kami menjual alat pompa ASI yang manual maupun yang elektrik beserta accecoris perlengkapan Ibu menyusui dengan harga kompetitif.Alat pompa ASI kami aman dan nyaman tidak merusak anatomi payudara (Internasional Standard) tersedia berbagai model. Info Hub.Fera 99105303 atau 7661969-70