Kita adalah Blog
Tiga hari yang lalu, saya terlibat dalam sebuah obrolan yang menarik. Mungkin Anda sudah membaca sebelumnya, obrolan itu tentang, “Kenapa Aku Ngeblog?” Aku di sini bukan saya sendiri, tapi secara umum adalah mengapa kita perlu ngeblog.
Bila Anda menganggap blog adalah sebuah hal penting dan bukan tren sesaat, teruskan baca tulisan yang sangat panjang ini. Bila Anda menganggap blog Anda adalah hal istimewa dalam hidup Anda, teruskan membaca coretan ini.
Tapi mohon diingat, ini hanya renungan seorang yang kurang kerjaan. Renungan serius memang. Tapi mungkin terlalu panjang. Saya tidak mampu menuliskannya dalam tulisan yang lebih singkat lagi. Anggap saja ini jawaban buat beberapa orang yang memberi tanggapan di tulisan sebelumnya itu. Terima kasih.
Obrolan Tentang Blog
Ada tiga orang pesertanya. Satu orang lagi sempat ikut, dan seorang lagi mengikuti sekilas. Temanya, kenapa memiliki blog begitu menarik.
“Ini (blog) dunia yang sangat menarik!” seseorang memulai obrolan.
“Bayangkan, tiap hari selalu ada orang yang membaca tulisan saya Ton,” katanya lagi. Ton, atau Oton, adalah nama alias saya. “Saya tidak dapat merasakan hal itu sebelumnya!” Sang kawan merujuk pengalamannya menulis di surat kabar. Tulisannya langganan dimuat di berbagai media, nasional dan juga internasional. Dengan blog, ia bisa tahu berapa pengunjung hari ini, termasuk berapa orang mengunduh dokumen presentasinya. Rasa intelektualitas terpuaskan karena ada orang yang mendengarkan kita.
Memang, dunia blog atau website pada umumnya, adalah dunia yang menarik. Inilah, dunia ketika personalitas kita dihunjamkan menuju ranah global. Blog adalah identitas kita. Blog adalah kita. Kita adalah blog kita.
“Biarpun tak punya rumah, inilah rumah saya yang sesungguhnya!” seseorang menimpali lagi.
Bila Semua Orang Ngeblog
Menurut saya, dunia blog ini bukan hanya rumah. Blog, atau website, adalah diri kita. Perwujudan pribadi kita di ranah yang lain.
Perumpamaannya begini.
Kawan yang penulis tersebut memanfaatkan blognya untuk mempublikasikan ratusan tulisannya. Kawan yang suka protes pada Amerika, ia bisa sepuas hati berteriak memaki kebijakan AS yang tidak adil itu. Kawan yang gerah terhadap radikalisme agama, ia bisa santai mempublikasikan kejengahannya. Kawan lain dapat memantau sosok partai yang dinilainya tidak kritis. Kawan yang sastrawan dapat mengeksloprasi ide-ide baru untuk naskah sastranya. Kawan lain dapat menerbitkan idenya tentang dunia marketing di era maya. Kawan lain dapat memotret komik. Kawan lain dapat menerbitkan tiga sampai 100 baris kode bahasa C yang inovatif. Kawan lain mempublikasikan kritikannya terhadap berbagai kejadian publik yang merugikan kepentingan umum. Kawan lain menerbitkan pengalamannya menerbitkan buku. Kawan lain bercerita tentang jurnalisme. Kawan lain geram meneriakkan suara dari kaum kiri yang makin terasing. Kawan lain agak pro ke kanan. Kawan satu agamis. Kawan satunya ekstrimis. Kawan ini liberal. Kawan lain radikal. Kawan satu pebisnis. Kawan dua berusaha melindungi konsumen. Dan seterusnya, dan seterusnya. Saya tidak mampu lagi mendiskripsikan profil berbagai kawan dengan asosiasi blognya masing-masing. Saya rasa, semua orang, semua profesi, seharusnya semua mempunyai blog.
Kita adalah Media
Blog adalah media baru. Media tempat terjadinya pertempuran pemikiran. Media yang oleh beberapa visioner disebut sebagai revolusi media baru (new media). Semua orang adalah media. We are media. Bahkan, we media.
Seorang pemikir kiri ditanggapi oleh pemikir kanan. Pertempuran itu kemudian disebarkan menjadi begitu luas lagi. Dan demikianlah seharusnya. Sangat menarik tentu saja. Diskusi akan lebih sehat. Pertukaran ide dijamin lebih cepat. Instan pula. Banyak hal positif dapat diraih dari fenomena ini.
Membuat Blog Mudah
“Saat ini kita memerlukan hal seperti ini (blog)!” seorang kawan kembali berbicara.
Seorang kawan bertanya, “Apakah mungkin saya juga mempunyai seperti itu (blog maksudnya)?” Pertanyaan klise dan mendasar, bukan? Tapi itulah kenyataannya. Saat ini ada banyak orang tak tahu teknologi, dan mereka memerlukan bantuan kita untuk menjelaskan guna blog atau situs bagi semua orang.
Semua sudah tahu, membuat blog bukan perkara sulit. Untuk mempunyai situs atau blog, tidak dibutuhkan lagi pengetahuan teknis tentang HTML atau desain grafis. Anda punya ide? Anda punya visi yang menarik? Siapkan diri Anda. Siapkan semangat. Mari memulai lompatan baru. Mulai dengan modem dan sambung ke ranah maya.
Bila Anda cekak biaya, ada banyak layanan gratis, tersedia untuk Anda. Untuk publikasi, cobalah Wordpress, Blogger, dan Blogdrive untuk menyebut beberapa layanan terkenal.
Bila Anda fotografer, coba flickr, photobucket, atau lainnya. Mereka menyediakan layanan blogging foto. Itu kalau Anda yakin foto Anda adalah pesan yang ingin disampaikan kepada dunia.
Dan, bila Anda cukup mampu melangkah ke layanan sendiri, membeli nama domain sendiri (misalnya: nama.org, namamu.com, dll), siapkan sedikit uang. Biar Anda tahu, bahkan cukup dengan dua ratus ribu setahun, Anda bisa menjalankan situs seperti yang saya punya. Catatan, ini hanya ongkos operasional. Untuk biaya kreativitas dan teknis, mungkin ada lagi.
Lalu, Bila Semua Ngeblog?
Bila semua orang ngeblog lalu apa yang terjadi? Apa misi kita berhasil? Sebagai langkah awal untuk menyebarluaskan gagasan pertukaran ide, mungkin iya. Tapi apakah ini adalah sebuah misi atau tugas? Yang jelas, kalau semakin ramai publik mempublikasikan pikiran dan idenya, dunia pemikiran yang begitu terbuka ini akan banyak membuka lompatan baru. Katakan apa saja, potensi itu akan banyak terbuka.
Pertukaran ide tentu saja. Tapi bayangkanlah sebagai lautan pengetahuan. Semakin cepat pengetahuan ditukarkan dan dibagi. Semakin instan peluang disebarkan. Semakin cepat kabar diantarkan. Informasi di daerah bencana pun cepat tersebar, bantuan bisa dipercepat bukan? Peluang bisnis baru. Jaringan baru. Uang baru. Manusia baru. Wow.
Saya masih tidak mampu melukiskan pertempuran dalam diri saya selama tiga hari ini. Ini dunia yang luar biasa. Saya tentu saja akan bangga menjadi salah satu pesertanya.
Tapi, inilah beberapa hal penting yang menjadi hasil renungan saya akan blog.
Tiga Hal yang Paling Penting tentang Blog
Saya membuat blog karena mempunyai tujuan.
Isi dan Tema
Ceritanya, setelah sekian lama ngeblog, dan saya tahu blog adalah identitas Anda, saya jadi makin bingung, kenapa saya ngeblog?
Untuk menjawabnya, saya coba bikin pertanyaan dan simulasi jawaban untuk diri saya:
- Kenapa saya ngeblog? Ingin mengenalkan diri saya
- Apakah blogmu isinya tentang diri kamu? Oh, tentu tidak. Saya ragu untuk menceritakan isi buku harian ke semua orang, bila itu yang kamu maksud!
- Lalu apa yang kamu tulis? Mungkin tentang pekerjaanku
- Maksudmu tentang dunia web? Mungkin tidak hanya itu, saya juga tertarik jurnalisme, sastra, sedikit politik, atau apa saja.
- What, kamu akan menulis semua itu? ......
Saya tercekat, saya memerlukan tiga hari untuk menjawab pertanyaan ini dengan menulis posting sangat panjang ini.
Seorang penulis liberal menuliskan pemikiran liberal, itu wajar. Seorang kiri menulis perjuangan kaum proletar, itu sangat manusiawi. Tapi seorang pemimpin redaksi majalah tekno menulis tentang hal-hal sehari-hari? Seorang praktisi iklan aktif dalam dunia blog dan ditahbiskan detik sebagai bapak blog Indonesia? Seorang praktisi teknologi menuliskan fenomena kejadian sehari-hari dengan kritis, dan blognya menjadi salah satu blog Indonesia tersibuk?
Lima orang di atas adalah kisah nyata. Lima orang di atas mempunyai blog yang terbilang sukses. Dan saya tahu, masing-masing memikirkan dengan jelas tujuan blognya dengan seksama.
Mungkin ada yang berkilah, “Saya tidak punya tujuan apa-apa, hanya nulis dan menulis” Tapi semuanya pasti ada tujuan awalnya, entah tanpa sadar, entah disadari dan dirumuskan. Itulah yang saya sebut di awal, Anda adalah blog. Blog adalah Anda.
Sekali lagi, Anda harus mempunyai tujuan. Capai tujuan itu dengan tulisan yang sesuai. Kuncinya memang menulis. Tulisan yang bagus. Tulisan yang intens. Tulisan yang menjiwai tujuan.
Contohnya, saya mendirikan dan mengelola blog cerita haji karena tahu di blog itu akan berisi cerita dan pengalaman jamaah haji di Indonesia. Tapi kenapa saya membuat blog personal ini, itu yang saya belum jelas. Mungkin saya akan mendefinisikan lagi di waktu mendatang.
Bila sudah ada blog tentang marketing dunia maya, jangan coba bikin blog serupa, kecuali Anda yakin mampu lebih bagus dan lebih bermutu. Tapi jangan pula niatkan hanya untuk menyaingi, pelan-pelan tapi pasti, orang akan tahu kualitas Anda yang sesungguhnya. Bila ada blog tentang label seperti yang dibikin pak Antyo, jangan tiru-tiru, disamping susah mencari label lain yang belum dimuat, belum-belum kita akan diketawakan. Mungkin pula Anda bisa masuk ke sebuah area yang lebih sempit dan khusus, spesialisasi itu penting. Memang Anda hanya mendapat pengunjung yang homogen, tapi kualitas dan kuantitasnya pasti tidak mengecewakan.
Dunia blog adalah dunia authority effect. Anda yang menyebarkan, orang mungkin akan menganggap Andalah ahlinya.
Maka, konsepkan isi blog Anda. Dan mulailah ke poin selanjutnya.
Konsistensi
Bila sudah memulai, lanjutkan menulis, dan terus menulis. PIkirkan sebuah tujuan mulia.
Menulis adalah pekerjaan menyenangkan dan indah. Dengan membuat blog, bila masih ingin belajar menulis, Anda menemukan medianya. Tetaplah konsisten.
Kata pengalaman beberapa orang penulis yang saya baca dan juga saya dengar, konsistensi adalah kunci kesuksesan penulis. Konsisten di sini berarti pula kesabaran. Sabar tetap menulis minimal 30 atau 60 menit sehari. Sabar mengirim biarpun ditolak berkali-kali. Konsisten juga dalam format dan pilihan isi di atas. Bila ingin menulis seperti haiku, tetap terus dan Anda pasti dikenang orang. Bila ingin menulis yang penuh argumentatif dan deskriptif, jangan cepat bosan, lakukan terus!
Maka, bila punya blog, tidak ada lagi halangan untuk menerbitkan tulisan bukan?
Beberapa kali saya ngobrol dengan penulis-penulis, dan saya tetap tidak mampu seperti mereka. Kenapa, karena saya tidak konsisten.
Jangan tiru saya!
Jaringan
Ini adalah kunci lain ngeblog. Cobalah buat daftar tautan di situs Anda. Buat link ke beberapa blog yang Anda temui dan anggap cocok. Dijamin, tidak lama akan datang link balik dari beberapa orang tersebut. Tidak semua orang membalas link, contohnya saya. Saya sering lupa melakukan ini, disamping karena belakangan tidak ada waktu lagi untuk melakukan hal ini. (Ah, alasan klasik) Maka mohon maaf buat kawan-kawan yang belum saya link, saya ingin melakukannya tapi selalu terlupa!
Coba pakai program RSS Reader, langgan beberapa blog yang menarik. Kunjungi dan beri komentar tulisan yang menurut Anda keren. Jangan memberi komentar hanya untuk absen.
Semakin Anda membuka diri dan menghargai banyak orang di sekitar, semakin banyak Anda akan menerima.
Dunia maya mirip dunia nyata. Anda memberi, dan Anda menerima.
Jangan tiru saya yang sok sibuk ini!
ITU tadi beberapa hal, mungkin terlalu banyak renungan saya. Bila Anda sudah sampai baris ini, saya sangat-sangat menghargai waktu Anda yang terbuang. Mohon maaf. Kapan-kapan saya berjanji akan menulis lebih baik lagi.
Siapkah Anda untuk membuat blog? Sebuah blog yang sukses?
Mohon maaf tanpa link. Kapan-kapan ditambah lagi.

— oón · 04/08/06 06:12 PM · #
semua suka ngeblog kecuali si kermit! bisanya cuma mengkritik…padahal ngaku pakar pornomatika kondang
hi roy!
— Imponk · 05/08/06 03:38 AM · #
Hi, Blog!™
— X U N A M · 05/08/06 11:04 AM · #
baru aja mulai
— Guntar · 05/08/06 01:34 PM · #
Tulisan yg menarik, Mas. Bisa jadi bahan tambahan renungan utk kita semua :-)
Saya catat yg ini, “Tulisan yang menjiwai tujuan”
Tujuan itu sendiri, saya pikir intinya adl utk memberi; entah itu berupa cuilan hikmah atau insight.
Ngunjungi blog orang lain dg tujuan agar orang2 main ke blog kita utk bisa icipi hikmah sih oke2 aja. Tapi perlu insropeksi, apkh ada niatan sekedar pengen tenar.
Konsistensi dg tujuan akan membuat seorang blogger ndak males2an atau seadanya klo ngasih komen di blog orang lain. Krn maksud awalnya sejak awal udah jelas; berbagi hikmah, entah di blog sendiri atau di blog orang lain.
— Rizky · 05/08/06 04:30 PM · #
tulisan yang menarik mas. boleh komentar dikit?
setuju, ini yg kadang gue pikir bisa jadi “masalah”. komentar-komentar one-liner seperti “Oke, de Boss”, “Hi, Blog!”. ehm..maap ya, kadang bikin sebuah artikel jadi stagnan dan ngga berkembang jadi diskusi.
kadang gue pikir apa lebih baik komentar dimoderasi aja.
tujuannya supaya bisa disaring mana komentar yang bagus dan relevan, dan akhirnya bisa membuat blog kita lebih menarik dan bermanfaat untuk dikunjungin.
tapi masalahnya saya juga ngga mau memberikan kesan sombong ato semacemnya. apa mas arif bisa kasi saran sedikit?
— Anto · 06/08/06 01:15 AM · #
jenius! hal seperti inilah yang membuat saya selalu bersemangat untuk terus ngeblog, salam kenal mas.
@rizky
benar, apalagi kayak “pertama!!” ato “komen dulu, baru baca”
— Guntar · 07/08/06 03:04 PM · #
Btw, kadang komentar2 pendek juga bisa menjadi bumbu keakraban lho, semisal emg bermaksud mo nggodain v(^_^)v . Blog kan dimaksudkan utk bisa dikomentari.
So its OK sebenernya, asal ada muatan2 produktif di sana, bukan sekedar absensi dan beri kepedulian semu.
— hayathi_faqath · 02/07/07 06:03 PM · #
mas, aku tertarik neh apa yang dilakukan selama ini, but,,,aku ga tau caranya bikin blog dan sejenisnya, tolong kasih info y, ke emailQ
— Ummu Alia · 02/09/07 08:46 PM · #
menurut saya pribadi ngeblog itu banyak manfaatnya,asal …..jangan sampai jadi blog addict.
— lutfi · 16/05/08 08:05 PM · #
sbg pemula, saya salut atas pemahaman mas diatas, minta sarannya mas, untuk langkah2 buat blog ndiri..
thanks!!
— adit · 09/07/08 05:49 PM · #
blog ialah situs yg dikususkan untuk tmpat infrmasi
— Praja N · 16/07/08 12:30 AM · #
Keinginan untuk ngeblok…didorong rasa ingin mengungkap sesuatu yang kita miliki dan sekaligus bisa bermanfaat bagi orang lain….Tapi tujuan utama adalah Blog itu adalah bagi saya teman yang menyenangkan
— Marisa · 18/07/08 09:56 PM · #
Why do we blog?
Because we need to connect, to contradict, to construct and to clash with others, even with our inner selves. It’s human nature.
Very insightful writing; looking forward for more.
— Deo Renala Pinem · 22/08/08 08:48 PM · #
Terima kasih atas postingannya. Sanya sangat terkesan dengan pernyataan bahwa blog harus memiliki tujuan dan adanya konsistensi. Sebagai pemula, hal inilah yang perlu saya kembangkan.
— David · 06/09/08 12:37 PM · #
Turut nimbrung Mas, saya juga pemula …, saya merasa senang aja dalam Ngeblog yang tanpa saya sadari memaksa saya untuk selalu berpikir dan belajar sesuatu untuk dapat saya tuliskan. Membuat saya lebih kritis, lebih peduli dan selalu mendapatkan yang baru. Dampaknya positif bagi saya pribadi.
Menambahkan ya Mas disamping tujuan dan konsistensi, dalam nge Blog kita juga harus “Kreatif” dan punya “Komitment”.
Salam
— Roy · 24/01/09 09:58 PM · #
Saya punya blog tapi saya mau tampilkan file saya dalam bentuk pdf. Gimana caranya coy?
— Beny · 29/01/09 12:50 PM · #
Tulisannya menarik. Sedang belajar dan mengarah bisa nulis kaya gini. Semuanya muter-muter dikepala saya dan tampaknya penyalurannya kurang optimal. Apa mesti belajar nulis dulu baru ngeblog?
Hajar nulis aja dulu kali ya? :)