Mari Pertahankan Indonesia Kita

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia-an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain.

Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menhancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi itu.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

A. RAHMAN TOLLENG . A. Sarjono . A. Suti Rahayu . A. SYAFII MAARIF . AA GN Ari Dwipayana . Aan Anshori . Abdul Moqsith Ghazali . Abdul Munir Mulkhan . Abdul Qodir Agi . l Abdur Rozaki . Acep Zamzam Nur . Achmad Chodjim . Achmad Munjid . Ade Armando . Ade Rostina Sitompul . Adi Wicaksono . Adnan Buyung Nasution . Agnes Karyati . Agus Hamonangan . Agustinus Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Baso . Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Nurcholish . Ahmad Sahal . Ahmad Suaedi . Ahmad Taufik . Ahmad Tohari . Akmal Nasery Basral . Alamsyah M. Dja’far . Albait Simbolon . Albertus Patty . Amanda Suharnoko . Amien Rais . Ana Lucia . Ana Situngkir . Anak Agung Aryawan . Anand Krishna . Andar Nubowo . Andreas Harsono . Andreas Selpa . Anick H Tohari . Antonius Nanang E.P . Ari A. Perdana . Arianto Patunru . Arief Budiman . Arif Zulkifli . Asep Mr . Asfinawati . Asman Aziz . Asmara Nababan . Atika Makarim . Atnike Nova Sigiro . Ayu Utami . Azyumardi Azra .

Bachtiar Effendy . Benny Susetyo, SJ . Bivitri Susanti . Bonnie Tryana . BR. Indra Udayana . Budi Purwanto . Christianto Wibisono . Christina Sudadi . Cosmas Heronimus . Daddy H. Gunawan . Daniel Dakhidae . Daniel Hutagalung . Djaposman S . Djohan Effendi . Doni Gahral Adian . Donny Danardono . Donny Gahral Ardian . Eep Saefulloh Fatah . Eko Abadi Prananto . Elga J Sarapung . Elizabeth Repelita . Elza Taher . Endo Suanda . Erik Prasetya . Eva Sundari .

F. Wartoyo . Fadjroel Rahman . Fajrime A. Goffar . Farid Ari Fandi . Fenta Peturun . Fikri Jufri . Franky Tampubolon . Gabriella Dian Widya . Gadis Arivia . Garin Nugroho . Geovanni C. . Ging Ginanjar . Goenawan Mohamad . Gomar Gultom . Gus TF Sakai . Gustaf Dupe . Gusti Ratu Hemas . Hamid Basyaib . Hamim Enha . Hamim Ilyas . Hamka Haq . Hasif Amini . Hendardi . Hendrik Bolitobi . Herman S. Endro . Heru Hendratmoko . HS Dillon .

I Gede Natih . Ichlasul Amal . Ifdal Kasim . Ihsan Ali-Fauzi . Ika Ardina . Ikravany Hilman . Ilma Sovri Yanti . Imam Muhtarom . Imdadun Rahmad . Indra J. Piliang . Isfahani . J. Eddy Juwono . Jacky Manuputty . Jajang C. Noer . Jajang Pamuntjak . Jajat Burhanudin . Jaman Manik . Jeffri Geovanie . Jerry Sumampow . JN. Hariyanto, SJ . Johnson Panjaitan . Jorga Ibrahim . Josef Christofel Nalenan . Joseph Santoso . Judo Purwowidagdo Julia Suryakusuma . Jumarsih . Kartini . Kartono Mohamad . Kautsar Azhari Noer . Kemala Chandra Kirana .

KH. Abdud Tawwab . KH. Abdul A’la . KH. Abdul Muhaimin . KH. Abdurrahman Wahid . KH. Husein Muhammad . KH. Imam Ghazali Said . KH. M. Imanul Haq Faqih . KH. Mustofa Bisri . KH. Nuril Arifin . KH. Nurudin Amin . KH. Rafe’I Ali . KH. Syarif Usman Yahya . Kristanto Hartadi .

L. Ani Widianingtias . Laksmi Pamuntjak . Lasmaida S.P . Leo Hermanto . Lies Marcoes-Natsir . Lily Zakiyah Munir . Lin Che Wei . Luthfi Assyaukanie . M. Chatib Basri . M. Dawam Rahardjo . M. Guntur Romli . M. Subhan Zamzami . M. Subhi Azhari . M. Syafi’I Anwar . Marco Kusumawijaya . Maria Astridina . Maria Ulfah Anshor . Mariana Amirudin . Marsilam Simanjuntak . Martin L. Sinaga . Martinus Tua Situngkir . Marzuki Rais . Masykurudin Hafidz . MF. Nurhuda Y . Mira Lesmana . Mochtar Pabottingi . Moeslim Abdurrahman . Moh. Monib . Mohammad Imam Aziz . Mohtar Mas’oed . Monica Tanuhandaru . Muhammad Kodim . Muhammad Mawhiburrahman . Mulyadi Wahyono . Musdah Mulia .

Nathanael Gratias . Neng Dara Affiah . Nia Sjarifuddin . Nirwan Dewanto . Noldy Manueke . Nong Darol Mahmada . Nono Anwar Makarim . Noorhalis Majid . Novriantoni . Nugroho Dewanto . Nukila Amal . Nur Iman Subono . Pangeran Djatikusumah . Panji Wibowo . Patra M. Zein . Pius M. Sumaktoyo . Putu Wijaya . Qasim Mathar . R. Muhammad Mihradi . R. Purba . Rachland Nashidik . Radityo Djadjoeri . Rafendi Djamin . Raja Juli Antoni . Rasdin Marbun . Ratna Sarumpaet . Rayya Makarim . Richard Oh . Rieke Dyah Pitaloka . Rizal Mallarangeng . Robby Kurniawan . Robertus Robet . Rocky Gerung . Rosensi . Roslin Marbun . Rumadi .

Saiful Mujani . Saleh Hasan Syueb . Sandra Hamid . Santi Nuri Dharmawan . Santoso . Saor Siagian . Sapardi Djoko Damono . Sapariah Saturi Harsono . Saparinah Sadli . Saras Dewi . Save Dagun . Shinta Nuriyah Wahid . Sitok Srengenge . Slamet Gundono . Sondang . Sri Malela Mahegarsari . St. Sunardi . Stanley Adi Prasetyo . Stanley R. Rambitan . Sudarto . Suryadi Radjab . Susanto Pudjomartono . Syafiq Hasyim . Syamsurizal Panggabean. Sylvana Ranti-Apituley . Sylvia Tiwon .

Tan Lioe Le . Taufik Abdullah . Taufik Adnan Amal . TGH Imran Anwar . TGH Subki Sasaki . Tjiu Hwa Jioe . Tjutje Mansuela H. . Todung Mulya Lubis . Tommy Singh . Toriq Hadad . Tri Agus S. Siswowiharjo . Trisno S. Sutanto . Uli Parulian Sihombing . Ulil Abshar-Abdalla . Usman Hamid . Utomo Dananjaya . Victor Siagian . Vincentius Tony V.V.Z .

Wahyu Andre Maryono . Wahyu Effendi . Wahyu Kurnia I . Wardah Hafiz . Wiwin Siti Aminah Rohmawati . WS Rendra . Wuri Handayani . Yanti Muchtar . Yayah Nurmaliah . Yenni Rosa Damayanti . Yenny Zannuba Wahid . Yohanes Sulaiman . Yosef Adventus Febri P. . Yosef Krismantoyo . Yudi Latif . Yuyun Rindiastuti . Zacky Khairul Umam . Zaim Rofiqi . Zainun Kamal . Zakky Mubarok . Zuhairi Misrawi . Zulkifli Lubis . Zuly Qodir

Hadiri Apel Akbar
1 Juni 2008
Pukul 13.00-16.00 WIB
di Lapangan MONASJAKARTA

(Teks dikutip bebas dari website mas Andreas)

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

posted 01/06/08 02:54 PM.

Comments

  1. Andika · 01/06/08 07:53 PM · #

    Kalau mayoritas ditindas minoritas bagaimana bung ? Boleh dong ya…

  2. feha · 01/06/08 08:55 PM · #

    semakin lama sebagai minoritas saya semakin merasa terdesak hidup di Indonesia yang katanya demokratis ini

  3. edwin · 02/06/08 01:48 AM · #

    wis bubar mas! digebuki FPI!

  4. cintadamai · 02/06/08 01:50 AM · #

    Sayangnya, saya baca berita di detik bahwa massa FPI tiba-tiba datang memukuli peserta apel akbar di atas :(

    Sungguh biadab! Harusnya kita lawan tanpa ampun!

    God please help us!

  5. Arif Widianto · 02/06/08 02:25 AM · #

    Sungguh tragis.

  6. ak · 02/06/08 02:26 AM · #

    Susah jadi minoritas yah. Saya juga sudah baca berita mengenai FPI menyerang AKK, sungguh memalukan.

  7. kunderemp · 02/06/08 09:54 AM · #

    Saatnya FPI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan Habib Rizqie dinyatakan sebagai tahanan politik dan diasingkan ke Gunung Jayawijaya.

  8. usamah · 02/06/08 09:30 PM · #

    Ada asap ada api…
    jangan liat persoalan dari kulitnya saja.

    Bukan berarti saya setuju tindakannya FPI ya :)
    lagian melakukan pembubaran terhadap organisasi lain juga termasuk anarkis dan anti demokrasi :)

  9. yoyo · 03/06/08 12:27 AM · #

    udah bubar Mas Aliansinya, digebukin FPI, Aliansi-nya nggak laku……kacian banget….!!!

  10. rama · 05/06/08 10:47 PM · #

    enak aja aliansi bubar..
    ALIANSI KEBANGSAAN HARUS TETAP ADA!!!
    Yang masih tidur MELEK DONK!!!
    sapa bilang aliansi gak laku? banyakan yang dukung AKBB Tauk!!! Gue nih contohnya!!
    FPI pengecut!! katanya mw ngelawan, baru didatengin polisi 1500 aja udah ciut nyalinya, pake alasan pembenaran macem2 lagi..
    INDONESIA BANGKIT!!!!!!!!

  11. orgdesa · 08/06/08 12:57 PM · #

    kalo ada org yg bukan dokter terus mengaku2 sbg dokter dan menjalankan praktek dokter, kira2 ada yg marah ngga?…nah itu baru profesi, apalagi keyakinan mas…

  12. ahmad nurulloh · 12/06/08 01:23 AM · #

    Masalahnya, kbehinekaan yang diajarkan Pancasila tidak mengakomodasi tindakan pelecehan terhadap agama Islam seperti yang dilakukan oleh Ahmadiyah. Pancasilais sejati tidak akan membela tindak kriminal (penistaan agama). Sedih rasanya di bumi Indonesia ini ada sekelompok orang bernama AKBB yang ngaku Pancasilais tapi memihak kepada Ahmadiyah yang melakukan tindak kriminal dan tidak menyokong umat Islam yang meminta keadilan atas tindak penistaan agama yang dilakukan Ahmadiyah. Kebhinekaan yang AKBB tuntut adalah kebhinekaan materialis dan bukan kebhinekaan Pancasilais. http://demokrasi-indonesia.blogspot.com

  13. guest · 13/06/08 12:01 AM · #

    Pembelaan Ahmadiyah tidak menghormati hak azasi umat Islam, dan merupakan pelanggaran terhadap UUD 45. Pasal 28 J ayat (1) UUD 1945 jelas dinyatakan bahwa setiap orang wajib menghormati Hak Azasi orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian dalam ayat (2) dinyatakan bahwa dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Hal ini juga selaras dengan pasal 23 dan 73 dari UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia.

  14. Tri Sugihantoro · 16/06/08 02:58 PM · #

    Ada hikmah di balik kejadian ini. Mata kita harusnya semakin terbuka bahwa segala kerusakan telah terjadi di bumi ini, khususnya Indonesia. Yang sesat dibela habis-habisan. Diskotik yang beroperasi tak mengindahkan waktu ketika diminta ditutup malah dianggap melanggar hak asasi. Yang benar disalahkan. Sebagian besar ummat Islam resah dengan adanya Ahmadiyah yang jelas-jelas punya ajaran berbeda tapi mengaku Islam. Yang tidak tahu (bukan) Islam malah ikut-ikutan bersuara dalam masalah Ahmadiyah. PDS dan orang-orang gereja tahu apa tentang Islam? Apakah mereka tidak keberatan kalau orang Islam ikut campur urusan perbedaaan antara Kristen Protestan, Katholik, Advent, dll? Media massa yang katanya menganut azas berimbang dalam pemberitaan sudah terkuak topengnya. Semuanya memprovokatori pemirsa. Hallo Koran Tempo! Bagaimana rasanya ketololan Anda dalam pemasangan foto berita tentang Munarman mencekik leher Anggota AKKBB? Goenawan Mohammad, Ucok Nasrullah yang dicekik Munarman itu anggota FPI yang dicegah Munarman untuk berbuat kekerasan. Bagaimana rasanya setelah fitnah Anda terbongkar? Ucok Nasrullah bukan orang Kristen, khan?

  15. farid · 08/11/08 06:21 PM · #

    kebebasan yang ngawur , ya pantas saja kalau dipukuli. itulah resikonya

  16. orang saja · 08/11/08 06:24 PM · #

    Bagi pembela ahmadiah jelas salah lah , benar bahwa semua orang bebas beragama dan menentukan pilihan tapi kalau sudah keluar dari pakem ya bukan Islam lagi , Bagi anda yang beragama lain jangan coba coba memasuki ranah agama orang lain , silahkan anda jalankan agama anda dulu dengan benar, agamaku urusanku agamamu urusanmu , dan bagi anda yang mengaku muslim tapi membela orang muslim yang tidak percaya nabi muhammad , perlu dipertanyakan juga didikan muslim seperti apa yang anda dapatkan , sekali lagi kebebasan yang beranggung jawab , bukan kebebasan yang menyesatkan.

Leave your comment