Tentang Mudik

Pada 2005 saya menulis tulisan ini, di blog ini. Tentang mudik. Saat ini, empat tahun berselang, tiba-tiba saya temukan kembali, saya baca dan renungkan. Sepertinya tulisan itu masih layak dan relevan.

Hampir tiap tahun saya mudik, kecuali dua kali. Satu kali, saat itu masih bujang, saya mempunyai konflik cuti, musababnya, ada rencana mengambil cuti panjang setelah lebaran. Yang kedua, saat itu sudah kawin dan mempunyai anak, sebabnya jadwal yang terlalu mepet, juga konflik dengan rencana keluarga di kampung.

Tidak mudik tidak ada bedanya. Lebih-lebih, karena saya bekerja bebas, jadi saya juga sering melewatkan waktu pulang kampung hampir setiap saat. Mudik pun tidak terlalu berbeda. Sepi, memang. Tapi, ya begitulah, selang dua hari, tiga hari, tiba-tiba saja semua berjalan normal kembali. Yang jelas, komunikasi dengan orang tua, dengan saudara semua berjalan normal. Mudik pun bisa tergantikan.

Tahun ini, kami merencanakan mudik. Pinginnya satu minggu sebelum orang lain sibuk mudik, hehehe. Ya, menghindari waktu sibuk. Jadi, silakan menikmati tulisan daur ulang ini, Mudik, Memuaskan Rindu?

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

posted 27/08/09 10:21 PM.

Comments

Leave your comment