Ransel Kecil
Pada awalnya ia adalah mimpi. Oh, banyak sekali potongan mimpi. Ada mimpi tentang budaya, tempat, dan orang-orang dari tempat lain yang menunggu untuk kita datangi, kita kenal, dan kita sapa. Kemudian saya bangun. Tapi mimpi itu begitu jelas. Sangat jelas dan indah. Saya lalu menyimpan secuil mimpi itu di sebuah tas punggung, atau kita biasa memanggilnya ransel. Hanya sebuah ransel kecil.
Ketika saya intip tampak beberapa serpihan itu bersinar. Beberapa melambai-lambai. Oh, cukuplah ia menghibur saya. Cukuplah potongan mimpi itu bisa saya lihat, saya otak-atik, saya susun. Saya akan coba susun, sekuat tenaga dan pikiran saya, agar ia menjadi potongan pengalaman yang indah. Dan saya tetap membawa ransel itu di punggung, ke mana pun saya pergi.
Beberapa tahun. Beberapa bulan. Setelah beberapa kali mencoba menyatukannya, akhirnya beberapa teka-teki itu bisa lengkap, jadilah mereka sebuah siluet indah.
Akhirnya kami bisa ke Bali. Akhirnya saya bisa bertualang hingga sejauh ke Amerika, bahkan ke Las Vegas dan Orlando, Florida. Akhirnya kami bisa menelusuri Singapura, Malaysia, dan Thailand, bahkan melalui perjalanan darat.
Hei serpihan mimpi yang lain, tetaplah kalian di Ransel Kecil ya. Ya, mimpi perjalanan memang perlu dieramkan dengan telaten dan sabar. Ada mimpi trans-siberia, Eropa Timur, Maroko, Afrika Selatan, Brazil, Argentina. Oh indahnya mimpi-mimpi itu. Tapi sabarlah kalian menunggu.
Ransel kecil itu menyimpan kumpulan mimpi, ide, pengalaman, catatan, dan juga memori perjalanan. Perjalanan itu bagi saya seperti sebuah mimpi. Tapi ia adalah mimpi yang begitu dekat dengan kita, seandainya kita pun mendekatinya. Ransel Kecil adalah usaha kami untuk mendekatkan mimpi-mimpi ini sehingga kita semua bisa gampang mengurai teka-tekinya, mudah menjalaninya, dan untuk berbagi memori tentang mimpi-mimpi yang sudah termaktubkan dalam perjalanan kita.
Indonesia, perkenalkan Ransel Kecil.

— Antyo Rentjoko · 01/02/10 08:45 PM · #
Keren! Saya sebarkan ya Bos? :)
— Arif Widianto · 02/02/10 06:01 AM · #
Maturnuwun terima kasih pak Antyo. Sungguh suatu kehormatan bagi saya :)