Ransel Kecil

Pada awalnya ia adalah mimpi. Oh, banyak sekali potongan mimpi. Ada mimpi tentang budaya, tempat, dan orang-orang dari tempat lain yang menunggu untuk kita datangi, kita kenal, dan kita sapa. Kemudian saya bangun. Tapi mimpi itu begitu jelas. Sangat jelas dan indah. Saya lalu menyimpan secuil mimpi itu di sebuah tas punggung, atau kita biasa memanggilnya ransel. Hanya sebuah ransel kecil.

Ketika saya intip tampak beberapa serpihan itu bersinar. Beberapa melambai-lambai. Oh, cukuplah ia menghibur saya. Cukuplah potongan mimpi itu bisa saya lihat, saya otak-atik, saya susun. Saya akan coba susun, sekuat tenaga dan pikiran saya, agar ia menjadi potongan pengalaman yang indah. Dan saya tetap membawa ransel itu di punggung, ke mana pun saya pergi.

Beberapa tahun. Beberapa bulan. Setelah beberapa kali mencoba menyatukannya, akhirnya beberapa teka-teki itu bisa lengkap, jadilah mereka sebuah siluet indah.

Akhirnya kami bisa ke Bali. Akhirnya saya bisa bertualang hingga sejauh ke Amerika, bahkan ke Las Vegas dan Orlando, Florida. Akhirnya kami bisa menelusuri Singapura, Malaysia, dan Thailand, bahkan melalui perjalanan darat.

Hei serpihan mimpi yang lain, tetaplah kalian di Ransel Kecil ya. Ya, mimpi perjalanan memang perlu dieramkan dengan telaten dan sabar. Ada mimpi trans-siberia, Eropa Timur, Maroko, Afrika Selatan, Brazil, Argentina. Oh indahnya mimpi-mimpi itu. Tapi sabarlah kalian menunggu.

Ransel kecil itu menyimpan kumpulan mimpi, ide, pengalaman, catatan, dan juga memori perjalanan. Perjalanan itu bagi saya seperti sebuah mimpi. Tapi ia adalah mimpi yang begitu dekat dengan kita, seandainya kita pun mendekatinya. Ransel Kecil adalah usaha kami untuk mendekatkan mimpi-mimpi ini sehingga kita semua bisa gampang mengurai teka-tekinya, mudah menjalaninya, dan untuk berbagi memori tentang mimpi-mimpi yang sudah termaktubkan dalam perjalanan kita.

Indonesia, perkenalkan Ransel Kecil.

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [2] posted 01/02/10 06:49 AM.

Bahasa Indonesia

Saya berpikir akan ngeblog dalam Bahasa Indonesia lagi. Secara lebih rutin dan banyak.

Ada yang suka nggak sih?

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [2] posted 11/10/09 12:22 PM.

Kebangsaan Kita

Saya tidak merasa bahwa saya adalah orang yang paling mengerti tentang kehidupan berbangsa dan negara. Saya warga negara biasa.

Saya banyak alpa. Bahkan mengulang Pancasila mungkin saja lupa. Tapi, saya bangga sebagai warga negara Indonesia, tempat saya dilahirkan dan besar, tempat saya mendapatkan nilai-nilai luhur yang hingga kini saya percaya ada, meski saya melihat warganya lambat laun semakin terasa luluh dan luntur mengamalkannya.

Sebagai bangsa Indonesia, inilah saat yang tepat untuk menguji kebangsaan kita.

Kemarin, Minggu 1 Juni 2008 sekelompok orang yang menamakan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dengan nama-nama tokoh terkenal sedianya akan mengadakan apel akbar di Lapangan Monas, untuk mengumandangkan kembali untuk mempertahankan Indonesia Kita.

Akan tetapi kita sudah tahu bahwa sekelompok orang dari FPI membubarkan aksi tersebut, dan bahkan melakukan tindak kekerasan. Dan, ini terjadi pada peringatan Hari Lahirnya Pancasila!

Kekerasan yang dilakukan massa beratribut Front Pembela Islam dan beberapa organisasi masyarakat lain terhadap anggota Aliansi Kebangssan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan pada peringatan hari kelahiran Pancasila, Minggu (1/6), di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, mencederai kehidupan kebangsaan di Indonesia yang menjunjung tinggi kebhinnekaan.

Kompas, 2 Juni 2008, Kebhinnekaan Dicederai

Lihat juga video rekaman dari MetroTV ini, teman saya Guntur Romli dari Jurnal Perempuan yang dipukuli FPI hingga menjalani operasi karena tulang hidungnya bergeser.

Apalagi yang kita tunggu? Saya kesal setiap saat FPI melakukan aksinya, dengan mangatasnamakan umat Islam, dan melakukan kekerasan, lalu pemerintah berdiam diri. Polisi tidak mampu berbuat apa-apa. Ironi, polisi bertindak berlebihan ketika ada mahasiswa demonstrasi menolak kenaikan BBM. Tragis. Ini sudah persoalan hukum, tidak peduli apa yang didukung FPI atau apa yang dilawannya, FPI sudah melakukan kekerasan terhadap orang lain, pelakukanya ditangkap dan sebagai organisasi yang menganjurkan kekerasan harus dibekukan atau dibubarkan.

Dua atau tiga tahun lalu, saya menemukan sebuah buku antik di perpustakaan, buku itu adalah rekaman sidang BPUPKI dalam mempersiapkan Indonesia menuju merdeka. Mohon maaf saya lupa judulnya, tapi ini adalah buku rekaman sidang. Saya terkesima dengan isi buku itu. Di dalamnya kita bisa baca tokoh-tokoh pendiri Indonesia, dengan secara intelektual berpikir ke depan akan bagaimana bangsa yang kemudian diberi nama Indonesia berdiri.

Tragisnya, 60 tahun kemudian, sangat sedikit tokoh-tokoh yang mampu bersuara untuk menegakkan kembali yang kita tahu sebagai konstitusi. Landasan kita berbangsa dan bernegara.

Padahal, konstitusi yang cedera akan berakibat fatal karena negara terombang-ambil dalam ketidakpastian dan ini mengancama secara penuh bangsa. Perpecahan, konflik, serbuan bangsa asing dan lain-lain.

Mari kita tegakkan konstitusi Indonesia.

Sejak awal konstitusi kita menjamin Indonesia sebagai bangsa yang bhinneka. Dan kebhinnekaan harus dilindungi.

Dan tentang keberagamaan. Saya akui ilmu saya sedikit tentang hal ini, saya tidak tahu sejak kapan ada aturan yang menyebutkan bahwa Indonesia hanya mengakui 5 agama, dan kemudian ditambah Kong Hu Cu pada era Abdurrahman Wahid. Ini tentu tidak sesuai kenyataan (dan apakah konstitusional?), bagaimana dengan warga negara Indonesia yang masih tidak mengenal agama, suku-suku terasing, atau yang menganut agama lain di luar itu? Apakah mereka tidak kita akui sebagai warga negara Indonesia.

Seyogyanya Indonesia melindungi setiap warga negaranya, tidak peduli agama, suku, ras, dan pandangan politiknya. Karena begitulah konstitusi kita. Jadi, saya merasa aturan inilah yang kemudian dipakai sekelompok orang yang tidak setuju dengan pandangan orang lain untuk menyerang sikap beragama mereka. Lambat laun, sikap penolakan menjadi kekerasan. Dan, saya jadi merasa negara kita terlalu hipokrit, katakutan terhadap kekerasan sekelompok orang yang terlalu keras sehingga menjadi pandangan biasa. Tragis.

Tentang kekerasan. Setiap kekerasan harus ditindak tegas. Dan, yang berhak menindak adalah polisi sebagai aparat negara. Sungguh aneh polisi bertindak keras terhadap demonstran menolak BBM, tetapi diam saja ketika FPI beraksi. Aneh lagi ketika saya melihat pelaku kriminal seorang menjadi “manusia sampah”. Penjahat juga mendapat hak di hadapan hukum untuk membela dirinya. Hanya pengadilan yang berhak memutuskan seseorang itu salah atau tidak. Sungguh parah komentar redaksi Trans7 dalam acara Redaksi Pagi, pagi tadi, mengatakan sekilas bahwa “meski demikian kita harus hati-hati untuk memutuskan masalah ini karena kita tahu FPI sering menegakkan norma” (kutipan tidak sama persis, tapi isinya seperti ini). Apa? Menyerbu dan melakukan kekerasan terhadap orang adalah salah! Kita punya pengadilan. Kita punya polisi.

Tragis, Ahmadiyah telah ada sejak 1925, ini menurut yang saya tahu. (Baca juga beberapa kutipan dari Ndorokakung.) Bahkan, mereka bisa hidup rukun berdampingan dengan umat NU di dekat pondok pesantren pimpinan KH. Ilyas Ruhiyat, Rois Aam PBNU.

Ah, tidak itu saja, kita tentu harus mengingatkan kembali tentang kebebasan pers, hak asasi manusia, penegakan hukum. Lalu ke masalah praktis: seputar hukum, hak atas pendidikan, hak warga yang terkena bencana lapindo, hak untuk hidup, dan lain-lain. Begitu banyak masalah yang kita hadapi. Saya tidak percaya hal ini bisa diselesaikan oleh satu orang presiden baru mendatang. Jadi tanggungjawab kita dari sekarang untuk berusaha agar kebangsaan kita tumbuh kembang lagi menaungi setiap warga negara.mendapat tunjangan yang lebih baik.

TAMBAHAN: Tentang MUI. Seperti kita tahu, merekalah yang menerbitkan fatwa bahwa Ahmadiyah organisasi terlarang. Kita tahu, MUI bukan perangkat hukum. Ini ibaratnya seperti membiarkan Klu Klux Klan berbicara di koran, bahwa orang kulit hitam harus dibasmi. (Saya bukan menyaman MUI seperti itu) Yang berhak membekukan dan melarang organisasi adalah pemerintah, meski saya sendiri merasa apapun pandangan organisasi, biarkan saja hidup. Asal mereka tidak melakukan kekerasan atau mengancam dan menyuarakan kebencian terhadap pihak lain. Saya merasa MUI wajib bertanggungjawab dengan sikap tidak tolerannya. Apalagi menyandang nama Ulama Indonesia, hal ini seperti memberi pengesahan kepada seluruh umat islam di Indonesia bahwa sikap mereka adalah yang benar.

TAMBAHAN 10:55: Baca kutipan ini:

Kenapa mereka mengadakan aksi untuk mendukung organisasi kriminal? AKKBB juga memasang iklan di koran untuk mendukung Ahmadiyah. Itu artinya mereka menantang kami lebih dulu. Jika tidak siap perang, jangan menantang,” kata Munarman, Minggu (1/6).

Menurut Munarman, sejak Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) memutuskan Ahmadiyah sebagai organisasi yang sesat dan menyesatkan, organisasi itu layak disebut organisasi kriminal. Munarman mengabaikan belum adanya penetapan Ahmadiyah sebagai organisasi atau ajaran terlarang.

Baginya, penetapan formal pemerintah dianggap tidak sepenting keputusan Bakorpakem secara substansional. “Keputusan pemerintah hanya masalah secarik kertas,” kata Munarman.

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [20] posted 02/06/08 10:20 PM.

Mari Pertahankan Indonesia Kita

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia-an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain.

Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menhancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi itu.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

A. RAHMAN TOLLENG . A. Sarjono . A. Suti Rahayu . A. SYAFII MAARIF . AA GN Ari Dwipayana . Aan Anshori . Abdul Moqsith Ghazali . Abdul Munir Mulkhan . Abdul Qodir Agi . l Abdur Rozaki . Acep Zamzam Nur . Achmad Chodjim . Achmad Munjid . Ade Armando . Ade Rostina Sitompul . Adi Wicaksono . Adnan Buyung Nasution . Agnes Karyati . Agus Hamonangan . Agustinus Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Baso . Ahmad Fuad Fanani . Ahmad Nurcholish . Ahmad Sahal . Ahmad Suaedi . Ahmad Taufik . Ahmad Tohari . Akmal Nasery Basral . Alamsyah M. Dja’far . Albait Simbolon . Albertus Patty . Amanda Suharnoko . Amien Rais . Ana Lucia . Ana Situngkir . Anak Agung Aryawan . Anand Krishna . Andar Nubowo . Andreas Harsono . Andreas Selpa . Anick H Tohari . Antonius Nanang E.P . Ari A. Perdana . Arianto Patunru . Arief Budiman . Arif Zulkifli . Asep Mr . Asfinawati . Asman Aziz . Asmara Nababan . Atika Makarim . Atnike Nova Sigiro . Ayu Utami . Azyumardi Azra .

Bachtiar Effendy . Benny Susetyo, SJ . Bivitri Susanti . Bonnie Tryana . BR. Indra Udayana . Budi Purwanto . Christianto Wibisono . Christina Sudadi . Cosmas Heronimus . Daddy H. Gunawan . Daniel Dakhidae . Daniel Hutagalung . Djaposman S . Djohan Effendi . Doni Gahral Adian . Donny Danardono . Donny Gahral Ardian . Eep Saefulloh Fatah . Eko Abadi Prananto . Elga J Sarapung . Elizabeth Repelita . Elza Taher . Endo Suanda . Erik Prasetya . Eva Sundari .

F. Wartoyo . Fadjroel Rahman . Fajrime A. Goffar . Farid Ari Fandi . Fenta Peturun . Fikri Jufri . Franky Tampubolon . Gabriella Dian Widya . Gadis Arivia . Garin Nugroho . Geovanni C. . Ging Ginanjar . Goenawan Mohamad . Gomar Gultom . Gus TF Sakai . Gustaf Dupe . Gusti Ratu Hemas . Hamid Basyaib . Hamim Enha . Hamim Ilyas . Hamka Haq . Hasif Amini . Hendardi . Hendrik Bolitobi . Herman S. Endro . Heru Hendratmoko . HS Dillon .

I Gede Natih . Ichlasul Amal . Ifdal Kasim . Ihsan Ali-Fauzi . Ika Ardina . Ikravany Hilman . Ilma Sovri Yanti . Imam Muhtarom . Imdadun Rahmad . Indra J. Piliang . Isfahani . J. Eddy Juwono . Jacky Manuputty . Jajang C. Noer . Jajang Pamuntjak . Jajat Burhanudin . Jaman Manik . Jeffri Geovanie . Jerry Sumampow . JN. Hariyanto, SJ . Johnson Panjaitan . Jorga Ibrahim . Josef Christofel Nalenan . Joseph Santoso . Judo Purwowidagdo Julia Suryakusuma . Jumarsih . Kartini . Kartono Mohamad . Kautsar Azhari Noer . Kemala Chandra Kirana .

KH. Abdud Tawwab . KH. Abdul A’la . KH. Abdul Muhaimin . KH. Abdurrahman Wahid . KH. Husein Muhammad . KH. Imam Ghazali Said . KH. M. Imanul Haq Faqih . KH. Mustofa Bisri . KH. Nuril Arifin . KH. Nurudin Amin . KH. Rafe’I Ali . KH. Syarif Usman Yahya . Kristanto Hartadi .

L. Ani Widianingtias . Laksmi Pamuntjak . Lasmaida S.P . Leo Hermanto . Lies Marcoes-Natsir . Lily Zakiyah Munir . Lin Che Wei . Luthfi Assyaukanie . M. Chatib Basri . M. Dawam Rahardjo . M. Guntur Romli . M. Subhan Zamzami . M. Subhi Azhari . M. Syafi’I Anwar . Marco Kusumawijaya . Maria Astridina . Maria Ulfah Anshor . Mariana Amirudin . Marsilam Simanjuntak . Martin L. Sinaga . Martinus Tua Situngkir . Marzuki Rais . Masykurudin Hafidz . MF. Nurhuda Y . Mira Lesmana . Mochtar Pabottingi . Moeslim Abdurrahman . Moh. Monib . Mohammad Imam Aziz . Mohtar Mas’oed . Monica Tanuhandaru . Muhammad Kodim . Muhammad Mawhiburrahman . Mulyadi Wahyono . Musdah Mulia .

Nathanael Gratias . Neng Dara Affiah . Nia Sjarifuddin . Nirwan Dewanto . Noldy Manueke . Nong Darol Mahmada . Nono Anwar Makarim . Noorhalis Majid . Novriantoni . Nugroho Dewanto . Nukila Amal . Nur Iman Subono . Pangeran Djatikusumah . Panji Wibowo . Patra M. Zein . Pius M. Sumaktoyo . Putu Wijaya . Qasim Mathar . R. Muhammad Mihradi . R. Purba . Rachland Nashidik . Radityo Djadjoeri . Rafendi Djamin . Raja Juli Antoni . Rasdin Marbun . Ratna Sarumpaet . Rayya Makarim . Richard Oh . Rieke Dyah Pitaloka . Rizal Mallarangeng . Robby Kurniawan . Robertus Robet . Rocky Gerung . Rosensi . Roslin Marbun . Rumadi .

Saiful Mujani . Saleh Hasan Syueb . Sandra Hamid . Santi Nuri Dharmawan . Santoso . Saor Siagian . Sapardi Djoko Damono . Sapariah Saturi Harsono . Saparinah Sadli . Saras Dewi . Save Dagun . Shinta Nuriyah Wahid . Sitok Srengenge . Slamet Gundono . Sondang . Sri Malela Mahegarsari . St. Sunardi . Stanley Adi Prasetyo . Stanley R. Rambitan . Sudarto . Suryadi Radjab . Susanto Pudjomartono . Syafiq Hasyim . Syamsurizal Panggabean. Sylvana Ranti-Apituley . Sylvia Tiwon .

Tan Lioe Le . Taufik Abdullah . Taufik Adnan Amal . TGH Imran Anwar . TGH Subki Sasaki . Tjiu Hwa Jioe . Tjutje Mansuela H. . Todung Mulya Lubis . Tommy Singh . Toriq Hadad . Tri Agus S. Siswowiharjo . Trisno S. Sutanto . Uli Parulian Sihombing . Ulil Abshar-Abdalla . Usman Hamid . Utomo Dananjaya . Victor Siagian . Vincentius Tony V.V.Z .

Wahyu Andre Maryono . Wahyu Effendi . Wahyu Kurnia I . Wardah Hafiz . Wiwin Siti Aminah Rohmawati . WS Rendra . Wuri Handayani . Yanti Muchtar . Yayah Nurmaliah . Yenni Rosa Damayanti . Yenny Zannuba Wahid . Yohanes Sulaiman . Yosef Adventus Febri P. . Yosef Krismantoyo . Yudi Latif . Yuyun Rindiastuti . Zacky Khairul Umam . Zaim Rofiqi . Zainun Kamal . Zakky Mubarok . Zuhairi Misrawi . Zulkifli Lubis . Zuly Qodir

Hadiri Apel Akbar
1 Juni 2008
Pukul 13.00-16.00 WIB
di Lapangan MONASJAKARTA

(Teks dikutip bebas dari website mas Andreas)

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [16] posted 01/06/08 02:54 PM.

Tragedi Konser Rock Bandung

Ikut berduka atas tragedi di Bandung beberapa waktu lalu. Seperti kita tahu, kejadian ini merenggut 10 korban meninggal dunia. Berikut tulisan yang mengupas tragedi konser Rock di Bandung itu.

via Budi Raharjo

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments posted 19/02/08 01:26 PM.

Lomba Sarana Kampanye Peduli Sampah

Lomba Sarana Kampanye Peduli Sampah sbb:
(http://berkahsampah.blogspot.com)

A. LOMBA SLOGAN

Hadiah:

Juara Pertama: Rp. 5.000.000

Juara Kedua: Rp. 4.000.000

Juara Ketiga: Rp. 3.000.000

Juara Harapan: Rp. 500.000 (untuk 5 pemenang)

Dewan Juri:

Arswendo Atmowiloto, Ayu Utami dan Bintang Nugroho

Persyaratan Lomba Slogan:
1. Terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia, kecuali anggota Panitia Lomba dan Dewan Juri Lomba beserta keluarganya. Peserta tidak dipungut biaya.

2. Menyebutkan identitas diri (nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon).

3. Setiap Karya Slogan harus mengacu kepada tema; yang mengingatkan, menggugah dan mengajak orang untuk peduli akan hidup bersih dan sehat, khususnya membuang/menaruh dan memilah sampah.

4. Karya Slogan harus asli, orisinil, bukan jiplakan, dan belum pernah dipublikasikan atau disayembarakan. Panitia tidak bertanggung jawab bila ada tuntutan hukum dari pihak lain atas Karya Slogan yang dikirim oleh peserta lomba.

5. Karya Slogan tidak boleh mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).
Panitia akan mendiskualifikasi karya yang mengandung unsur SARA.

6. Karya Slogan menggunakan bahasa Indonesia/bahasa asing (asal dimengerti), mudah diingat, diucapkan dan komunikatif. Panjang slogan (jumlah karakter) tidak dibatasi.

7. Penjelasan/arti/ makna/pesan yang tersirat dalam slogan akan ditanyakan pada waktu audisi.
Peserta dapat mengirimkan Karya Slogan sebanyak-banyaknya (tidak terbatas).

8. Panitia penyelenggara dan dewan juri tidak melayani surat-menyurat dalam kaitan dengan lomba ini. Info lebih lanjut kunjungi: www.berkahsampah. blogspot. com

9. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

10. Cara pengiriman Karya Slogan:
. Via pos atau diantar langsung dengan alamat: Gerakan Hidup Bersih dan Sehat, Jl. Kramat VI No. 22 Jakarta 10430. Karya Slogan dimasukan ke dalam amplop dengan tulisan LOMBA SLOGAN disudut kiri atas amplop.
. Via email: berkahsampah@ gmail.com
. Via SMS: (021) 30584439

11. Karya Slogan sudah harus diterima paling lambat 31 Maret 2008 pk.16.00 WIB

B. LOMBA BERCERITA DENGAN FOTO

Hadiah:

Juara Pertama: Rp. 5.000.000

Juara Kedua: Rp. 4.000.000

Juara Ketiga: Rp. 3.000.000

Juara Harapan: Rp. 500.000 (untuk 5 pemenang)

Dewan Juri:

Andy F. Noya, Brigitta Isworo dan Eka Budianta

Persyaratan Lomba:

1. Terbuka untuk pelajar dan mahasiswa, kecuali anggota Panitia Lomba dan Dewan Juri Lomba beserta keluarganya. Peserta tidak dipungut biaya.

2. Melampirkan identitas diri (nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon/handphone) dan fotokopi Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar.

3. Setiap Karya Lomba harus mengacu kepada tema; yang mengingatkan, menggugah dan mengajak orang untuk peduli akan hidup bersih dan sehat, khususnya membuang/menaruh dan memilah sampah.

4. Karya Lomba terdiri dari 2-4 rangkaian foto ukuran 4R, ditempel di atas kertas A3, diberi judul dan cerita yang tidak melebihi 25 kata.

5. Olah digital hanya diperbolehkan pada proses croping, brightness, contrass & mode color.

6. Karya Lomba harus merupakan karya sendiri dan belum pernah menang dalam lomba foto apapun. Untuk calon pemenang akan dikonfirmasi keaslian karyanya dengan menunjukkan file digital asli atau negative film. Panitia tidak bertanggung jawab bila ada tuntutan hukum dari pihak lain atas karya foto yang dikirimkan.

7. Peserta dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya Karya Lomba Bercerita dengan Foto.

8. Panitia penyelenggara dan dewan juri tidak melayani surat-menyurat dalam kaitan dengan lomba ini. Info lebih lanjut kunjungi: www.berkahsampah.blogspot.com

9. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

10. Cara pengiriman Karya Lomba Bercerita dengan Foto:
. Via pos atau diantar langsung ke alamat: Gerakan Hidup Bersih dan Sehat, Jl. Kramat VI No. 22 Jakarta 10430. Karya Lomba dimasukan ke dalam amplop dengan tulisan LOMBA FOTO disudut kiri atas amplop.

11. Karya Lomba sudah harus diterima paling lambat 31 Maret 2008 pk.16.00 WIB

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [2] posted 05/02/08 09:59 PM.

Menunggu Kematian Lord Voldemort

Ini parodi cerpennya Seno Gumira Ajidarma, Menunggu Kematian Paman Gober. Juga parodi kehidupan diktator Indonesia

PERHATIAN: Tulisan ini mengandung ringkasan isi cerita. Maaf!

Lord Voldemort adalah tokoh antagonis ciptaan novelis cantik asal Inggris, J.K. Rowling, dalam serial terkenal Harry Potter. Meski usia yang sudah tidak pantas remaja, saya mengikuti seri ini sejak edisi perdananya diterbitkan Gramedia dan kemudian tak sabar mencari edisi PDF via torrent atau situs bajakan lainnya.

Dan, ketika edisi terakhir terjemahan Indonesia baru terbit Minggu kemarin, saya beruntung sudah menamatkan edisi Inggris, lagi-lagi bajakannya sejak akhir bulan lalu. Lord Voldemort telah mati dibunuh oleh Harry Potter! Demikian ceritanya.

Matinya tokoh yang bernama asli Tom Riddle ini memang tidak sendiri. Pertarungannya diikuti oleh puluhan pengikut kejahatannya, dan juga ditonton oleh puluhan musuhnya, pahlawan yang berjuang membasmi kejahatan yang disebarkan olehnya. Dalam pertarungan satu lawan satu yang mendebarkan itulah, kekuatan tongkat sihir paling sakti di dunia sihir, teryata telah musnah. Setelah tujuh roh ciptaan Voldemort bisa dimusnahkah oleh orang-orang baik di dunia sihir, termasuk oleh Dumbledore, Grindelwald (orang jahat sebelum era Voldemort yang menjadi sadar setelah dikalahkan Dumbledore), dan Harry beserta kawan-kawannya, akhirnya kematian Voldemort sudah final. Kejahatan telah dikalahkan. Manusia dunia sihir bisa hidup normal lagi. Harry Potter dan kawan-kawan akhirnya menikah, punya anak, dan kembali bersekolah.

Saya tidak akan berbicara tentang seri Harry Potter yang benar-benar membuat saya kagum itu. Kita tahu rangkaian cerita, plot, dan cara penyajian cerita serial ini memang menakjubkan menakubkan. Seri 1 menuju seri 7 menunjukkan perkembangan yang menarik tentang tata cara storytelling. Seri 1 memakai bahasa sederhana, lugas, kosakata paling mendasar yang bisa dipahami anak usia 7 tahun. Beranjak ke seri berikutnya, penggunaan bahasa semakin rumit, dan seri 7 benar-benar membuat saya harus bolak-balik lihat kamus istilah. Selain itu, konstruksi cerita terbukti menarik. Dunia sihir menjadi terang benderang dengan alur logis. Semua tentang dunia jahat dan dunia baik. Cinta yang bisa mengalahkan segala angkara murka.

Tom Riddle dilahirkan tanpa cinta murni. Ayahnya, manusia biasa yang tampan, disihir agar mencintai ibunya. Ketika sihir hilang, karena ibunya Tom ingin mempunyai cinta sejati, seketika itulah Riddle tua kabur. Tom lahir, dinista oleh keluarga tuanya. Merana dan kabur dari rumah, ibunya meninggal, Tom kecil dipelihara oleh rumah yatim piatu. Hidup menyendiri. Sering diolok-olok oleh teman-teman karena kemmapuannya yang aneh. Tom kecil sudah merasa ia punya keistimewaan dan menikmati penggunaan sihir-sihir yang tidak disadarinya.

Ketika masuk usia sekolah dan diberitahu untuk masuk sekolah sihir Hogwarts, Tom benar-benar mengetahui nasibnya. Ia akan menjadi orang nomor satu dunia sihir. Dengan segala tipu muslihat, mengumpulkan pengikut-pengikut yang ringan tangan untuk meneruskan aksi kejahatannya dengan membunuh dan menyakiti sesama. Tapi aksinya terhenti tanpa ia tahu sebabnya. Voldemort, nama yang merupakan anagram nama aslinya, mati. Dalam sebuah serangan mematikan untuk membunuh calon musuh bebuyutanya yang diketahui lewat ramalan (seperti para tiran lainnya, mereka memuja dunia mistik), musuhnya seorang bayi dalam dekapan ibunya bernama Harry Potter masih tetap hidup, serangannya sendiri mental dan ia tewas.

Tapi kita tahu, seperti cerita Dumbledore—penyihir hebat yang menelusuri jejak kehidupan Tom dengan seksama, ia telah membagli rohnya menjadi tujuh dan menyimpannya dalam benda-benda gaib dan juga warisan moyang para sihir. Tujuh roh ini diyakininya akan menjamin ia bisa hidup abadi di masa mendatang. Tapi setiap rencana jahat, kita tahu pasti tidak akan abadi. Itulah hikmah yang ingin diutarakan Rowling. Untuk cerita lengkapnya lebih baik Anda baca sendiri buku aslinya.

Ternyata, ketika menelusuri lebih jauh, hampir banyak kesamaan para tiran, diktator, dan orang-orang jahat itu. Mereka penyendiri. Terlalu yakin dengan keutamaan dirinya. Melakukan muslihat licik tanpa malu. Dan, menyukai diikuti pengikutnya dan dipuja dirinya paling mulia. Tapi kita tahu Voldemort tidak mempercayai orang lain, dan ia tidak segan membunuh anak buahnya yang melakukan sedikit kesalahan. Meski begitu, para pengikutnya, seperti pengikut para tiran, memuja dengan segala rupa, mendoakan agar tuannya sehat, dan tidak tahu malu mengajak semua orang memafkan tuannya yang sedang sakit.

Satu hal yang penting, para tiran, dengan otak jahat di pikirannya, menganggap apa yang telah mereka rencanakan itu sempurna. Padahal tidak ada kejahatan yang sempurna. Voldemort membuktikannya. Reformasi 1998 membuktikan ia bisa jatuh. Pengikutnya mengira mereka bisa menutup kejahatan mereka selamanya. Pengikutnya mengira kita akan kasihan sehingga memaafkan tuannya. Pengikutnya berharap kita melupakan kejahatan mereka.

Ya, itu yang terjadi saat ini. Dan kita seperti tertipu, apalagi dengan usaha pemimpin saat ini untuk mengharap kita tidak meneruskan polemik (what the hell?! Padahal saya kira ia sudah maju dengan menyuruh penegak hukumnya bernegoisasi dengan para pengikut tiran itu. Apakah ia menjilat ludah sendiri? Kasihan sekali penegak hukumnya!), lalu berharapkah kita dengan kejahatan yang terlihat semkin merajalela. Pemimpin bisa diganti, dan usaha kitalah mengganti dengan pemimpin yang benar, tegas, tidak takut terhadap kejahatan! Dan, pahamilah kebijaksanaan bahwa, naluri kejahatan lebih banyak menghancurkan dirinya. Apakah kebobrokan akan terungkap dengan sendirinya. Apakah kejahatan mereka membunuh mereka sendiri. Atau, mungkin muncul pahlawan yang menghancurkan kejahatan hingga ke ujung dunia.

Kisah Lord Voldemort di Harry Potter, adalah seperti kisah para tiran lainnya. Tapi ada bedanya, tentu saja. Para tiran cenderung tidak tahu malu untuk berbuat pengecut, culas, atau hal-hal rendah lainnya. Lord Voldemort kejam, tapi ia selalu bangga dengan dirinya yang ia rasa sebagai manusia sihir super. Voldemort segan bertindak culas, meski ia kejam sangat kejamnya. Meski setiap penyihir menantikan kejatuhan Voldemort, namun mereka sangsi apakah makhluk kejam ini bisa mati. Kematian para tiran ditunggu oleh setiap manusia yang baik, tentu saja mereka tahu (bahkan tinggal) menunggu waktu matinya saja.

Kejahatan tidak akan abadi. Gusti Allah mboten sare (Bahasa Jawa: Tuhan tidak tidur). Kejahatan akan menemukan akhirnya (meski kejahatan selalu ada dalam usia kehidupan ini).

Untuk penggemar Harry Potter dan cerita Indonesia, selamat membaca cerita!

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments [8] posted 14/01/08 08:30 PM.

Kilas Balik dan Harapan

2007

  • Getir melihat kehidupan sosial di Indonesia, potret paling jelas tentu saja di Jakarta. Tatanan tidak jelas. Administrasi parah. Ekonomi biaya tinggi. Disiplin tidak ada. Hukum kurang jelas. Transportasi makin parah. Fasilitas umum semakin bobrok. Korupsi makin memalukan. Kebanggaan terhadap negeri yang makin luntur. Keserakahan yang makin merajalela. Kalau dirangkum, seandainya disuruh bilang, sepertinya tidak tahan hidup di ibukota, tapi seandainya disuruh memilih tinggal di mana, lebih bingung lagi :-)
  • Duka yang dalam kepada seluruh korban bencana alam, korban kecelakaan transportasi publik, korban banjir, korban kebakaran hutan/pasar/kampung kumuh, korban penggusuran, korban tertembak polisi tidak sengaja, korban Lapindo, korban longsor, korban berdesakan rebutan kurban, dan korban lainnya. Hanya satu pertanyaan, apakah kita akan terus mentolerir korban-korban lain lagi?
  • Getir melihat makin parahnya panas bumi, apalagi setelah melihat film karya Al-Gore awal tahun lalu, dan melihat hasil konferensi, kebijakan, dan tingkah negara-negara di dunia. Sampah silikon menumpuk. Ekspor/impor limbah berbahaya makin menggila. Ah, sebagai penggemar gadget, saya juga ikut menyumbangnya :-(

2008

  • Berharap apa lagi untuk Indonesia?
  • Berharap Obama menang

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments posted 10/01/08 03:43 PM.

Selamat Datang Tahun Baru

Selamat datang tahun baru. Hari ini, dalam penanggalan Hijriyah, kita telah masuk hari pertama tahun 1429 H. Dan, meski telah lewat, kita juga baru saja memasuki tahun 2008.

Kilas Balik

Tahun lalu mempunyai makna istimewa dalam kehidupan saya. Kisahnya dimulai dengan keputusan berani untuk keluar kerja dan menjalani apa yang disebut kerja mandiri. Pada awalnya saya berniat untuk membesarkan badan usaha bersama kawan-kawan. Namun, seiring waktu dan hambatan administrasi, akhirnya saya bekerja benar-benar sendiri saja. Tepat pada saat bersamaan, saya mengenal platform TopCoder Studio yang juga baru diluncurkan awal 2007. Di situlah kemudian saya mendapatkan beberapa project. Dari TopCoder pula kemudian saya mendapat undangan untuk berlomba ke Amerika Serikat, bahkan dua kali, yakni ke Vegas pada Juli dan Orlando pada awal November lalu. Terima kasih TopCoder. Dan, puji syukur kepada Tuhan, sehingga keluarga kecil kami diberi karunia yang berlimpah lainnya.

Harapan

Untuk hari-hari ke depan, tentu saja baik kiranya menggelar harapan. Meski ada hal-hal yang tentu tidak bisa diutarakan di forum publik, namun kiranya ada beberapa hal yang menjadi harapan saya dan keluarga kecil kami di tahun mendatang:

  • Memperbaiki manajemen waktu yang masih parah, baik untuk pekerjaan, rumah tangga, atau ibadah.
  • Memperbaiki manajemen keuangan keluarga, parah pokoknya.
  • Meneruskan proyek kode W**** (maaf, ini sangat rahasia).
  • Meneruskan proyek perencanaan pembangunan rumah bagi keluarga kami
  • Mengatur rencana 2 atau 3 tahun ke depan itu (ini lebih sangat rahasia). Tapi beberapa orang mungkin sudah tau :-)
  • Lebih banyak membaca
  • Lebih banyak menulis
  • Lebih sabar dan lebih banyak senyum sebagai ayah :-)
  • Melanjutkan ngeblog dan segala aktivitasnya :-)

Itu saja kiranya yang bisa saya tulis kali ini. Wah, mungkin terlalu banyak untuk satu tahun. Saya juga bingung mau nulis apa lagi biar tulisan ini berisi. Yang pasti, anggap saja tulisan ini sebagai pencair kebekuan setelah sekian lama, berapa bulan?, tidak hadir di blog ini. Padahal saya sangat rindu menulis. Saya rindu perhatian Anda para pembaca :-)

Terakhir, terima kasih kepada istri dan putri kecil saya atas semuanya. Karunia indah di dunia ini adalah bercengkrama setiap hari dengan kalian.

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Comments posted 10/01/08 02:59 PM.

Indonesia di TCC07

TopCoder, perusahaan Amerika yang bergerak dalam jasa konsultasi software dengan metodologi dilombakan ini, akhir Oktober ini akan menggelar lomba tahunan lagi. Selain TopCoder Open 2007 yang diselenggarakan pada Juni lalu, lomba tahunan lainnya adalah khusus untuk peserta yang masih aktif sebagai mahasiswa (S1-S3). Lomba ini disebut TopCoder Collegiate Challenge 2007 (TCC07).

Seperti biasa, lomba tahunan TopCoder terdiri dari empat kategori: a) Algoritma; b) Component (yang dibagi dua: Design dan Development); c) Marathon Match; dan d) Studio Design Competition.

Nah, posting ini bukan sekedar informasi tentang lomba TopCoder, meski hal itu tentu saja menarik. Lebih menarik lagi, dari lima kategori lomba TopCoder Collegiate Challenge 2007, tiga kategori sudah pasti akan diikuti oleh peserta dari Indonesia.

Untuk lomba kategori Component Design akan diikuti oleh bramandia, sedang kategori Component Development enefem21 bakal bertarung lagi (TCO2007 dia juga ikut). Peserta lebih banyak ngumpul di Studio Design, di mana dari 8 pemimpin kompetisi, 3 orang dari Indonesia, termasuk pemimpin kompetisi abedavera. Peserta lain adalah Tricia_Tjia (kembali ikut setelah berhasil nomor 3 pada TCO2007 lalu), dan oton (ini adalah alias saya).

Sebagai catatan, Indonesia kali ini masuk sebagai negara 5 besar jumlah terbanyak di TCCC. Semoga semakin tahun semakin baik.

Selamat bertanding di TCCC07!

Share: bookmark at del.icio.us  digg this  add to reddit  share on facebook  stumbleupon this

Komentar [2] posted 29/09/07 08:19 PM.

Previous