October 29, 2002
A Talk Between Tree's Branches
I never been dreaming if i could made a real dialogue using poetical words, ever between poet artists. But, i made one, unimagined, unplanned, unique and orginal talk of two people (one is me) and it's result of most beautiful experience in my life. This talk happened a week ago, at this same day. After been thinking, i decide it's better i publish it as my new poet (sorry now still on Indonesian only), as collaboration poet exactly. Hope you enjoy to read. Of course, i should thank to a friend (a girl), without mentioned here, you must be know what is love to be.
The orginal Indonesian version of the talk:
Percakapan Dahan-dahan Pohon
Oleh: Arif dan seorang temanBuih dan pantai adalah kekasih
Angin menyatukan dan memisahkan perak buih dengan emas pasirnya
Menjelang fajar kubacakan dalil gairah buat kekasih
Di senja hari kunyanyikan kerinduan
--21/10/2002 12:53Engkau gugat angin, kenapa ia menganggu
Dari fajar hingga senja baru kusadari
Buih dan pasir abadi memadu kasih
Angin pun tetap setia menggetarkan gelora mereka
--22/10/2002 16:46Nyanyian adalah keluhan sendu dahan-dahan yang rindu ingin bersatu
--22/10/2002 16:47Bila ada angin, apakah dahan-dahan itu masih rindu bernyanyi sendu?
--22/10/2002 16:49Angin hanyalah menggetarkan kerinduan sendu dahan-dahan tanpa kuasa menyatukannya
--22/10/2002 17:10Malang nian dahan itu
Haruskah menunggu datangnya badai
Agar rontok dahan-dahan yang telah erat bersatu
Sedang anginpun masih setia menantikan sejuk naungannya
--22/10/2002 17:20Dan padi pun tunduk pada keagungannya-Nya, patuh pada firman-Nya
Demikian, maka adakah yang mampu menolaknya?
Pohon?
Apalagi dahan?
--22/10/2002 17:34Siapakah yang berkata menolak Sabda?
Padi bersama pohon dengan dahannya yang rimbun
semua menari dalam tiupan kedamaian
Dengan ikhlas, kebahagiaan pun menggema
--22/10/2002 17:35
Posted at October 29, 2002 11:26 PM | Me and Myself